Pelatih Timnas Indonesia John Herdman merespons ekspektasi tinggi masyarakat terkait gelar juara menjelang bergulirnya Piala AFF atau ASEAN Championship 2026 yang dijadwalkan pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Kesiapan skuad Garuda ini dilansir dari Bola.
Indonesia sendiri berada di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang babak kualifikasi antara Brunei Darussalam atau Timor Leste. PSSI telah memanggil 23 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan di Jakarta pada 26-30 Mei 2026.
Kombinasi pemain liga domestik dan luar negeri mengisi komposisi tim nasional. Posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Nadeo Argawinata, Cahya Supriadi, dan Muhammad Riyandi, sedangkan lini tengah serta depan diisi oleh Marselino Ferdinan, Thom Haye, Egy Maulana Vikri, hingga Witan Sulaeman.
Arsitek strategi asal Inggris tersebut menyadari besarnya keinginan para pendukung untuk melihat tim nasional mengangkat trofi pertama mereka di turnamen regional Asia Tenggara ini.
"Saya bisa merasakan betapa besar rasa lapar masyarakat Indonesia terhadap kesuksesan," kata Herdman.
Kendati menyadari ambisi publik di tingkat Asia Tenggara, prioritas jangka panjang dari mantan pelatih Kanada tersebut tetap diarahkan pada panggung sepak bola yang lebih luas.
"Namun saya selalu mengatakan bahwa tujuan utama kita adalah tampil di Piala Dunia 2030," lanjut Herdman.
Kejuaraan regional ini dinilai menjadi tolok ukur yang tepat untuk memantau perkembangan performa tim Merah Putih, meskipun hasil akhir pertandingan tidak pernah bisa dipastikan sepenuhnya.
"Turnamen seperti Piala AFF memang akan menjadi indikator perkembangan tim, tetapi sepak bola tidak bisa diprediksi," tegas Herdman.
Juru taktik tersebut juga mengingatkan bahwa status tim yang lebih diunggulkan di atas kertas tidak menjadi jaminan mutlak untuk meraih kemenangan di lapangan.
"Favorit tidak selalu menang. Meski begitu, kami datang untuk menang. Tidak ada alasan lain," kata Herdman.
Ajang kompetisi se-Asia Tenggara ini sekaligus menjadi kesempatan penting bagi para pesepak bola yang berkarier di kompetisi lokal untuk membuktikan kemampuan mereka.
"Di sisi lain, turnamen ini juga menjadi kesempatan mengevaluasi pemain secara mental, emosional, teknis, dan taktis, terutama pemain domestik," kata Herdman.
Penampilan yang memukau sepanjang turnamen ini dinilai mampu membuka jalan bagi para pemain lokal untuk mengamankan posisi di turnamen tingkat benua.
"Jika mereka tampil baik untuk negara ini, maka mereka bisa membuka peluang masuk skuad utama AFC (Piala Asia) dan bahkan mendorong pemain diaspora keluar dari posisi mereka," ungkap Herdman.
Sebagai penegasan akhir, juru taktik tersebut memberikan motivasi besar agar para pemain berjuang keras untuk mencetak sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.
"Saya mengatakan kepada para pemain: kalian bisa menjadi generasi pertama yang memenangkan trofi untuk Indonesia. Jadi kalian ada di sini bukan untuk belajar, tetapi untuk menang," pungkas Herdman.