Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menanggapi hasil pengundian grup Piala Asia 2027 yang menempatkan skuat Garuda di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand pada Minggu (10/5/2026) dini hari WIB di Diriyah, Arab Saudi.
Hasil pembagian grup yang dilakukan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ini menempatkan Indonesia sebagai tim dengan peringkat FIFA terendah di grup tersebut. Dilansir dari Bola, Indonesia menempati Pot 4 dalam pengundian karena berada di posisi 122 dunia per 1 April 2026.
John Herdman melihat komposisi lawan di Grup F sebagai kesempatan untuk menguji level permainan anak asuhnya melawan tim-tim elit Asia. Pelatih asal Inggris itu menekankan pentingnya menghadapi tim yang memiliki pengalaman di panggung dunia.
"Saya pikir hasil drawing ini memberikan kita peluang besar untuk mengambil langkah berikutnya. Kita akan menghadapi tim terbaik di AFC, kemudian menghadapi peserta Piala Dunia seperti Qatar, dan juga salah satu rival terbesar kita, Thailand," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Menurut Herdman, pertemuan dengan lawan-lawan tangguh ini akan menjadi sarana bagi para pemain untuk meningkatkan jam terbang. Ia percaya bahwa kompetisi level tinggi adalah kunci untuk mematangkan tim dalam rencana jangka panjang.
"Ini akan menjadi tantangan besar, tetapi juga peluang besar bagi kami untuk terus berkembang sebagai negara dan menunjukkan kepada para pendukung bahwa kami berada di jalur yang tepat menuju Piala Dunia 2030," tutur John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Sang pelatih mengingatkan bahwa tidak ada grup yang mudah dalam turnamen ini karena semua peserta merupakan tim terbaik di benua. Ia mendorong para pemain untuk tetap percaya diri meskipun menyandang status sebagai tim non-unggulan.
"Kami juga harus mampu mengeluarkan versi terbaik dari diri kami saat menghadapi Qatar, lalu membawa semangat juang, determinasi, dan gairah yang dibutuhkan untuk menghadapi tim seperti Thailand," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Strategi dan pendekatan mental yang berbeda akan disiapkan tim pelatih untuk setiap lawan yang ada. Analisis mendalam mengenai karakteristik permainan Jepang, Qatar, dan Thailand menjadi fokus utama dalam waktu dekat.
"Akan ada mentalitas berbeda yang dibutuhkan untuk menjalani setiap laga dan kita harus melangkah satu pertandingan demi satu pertandingan. Jadi daripada melihat ini sebagai tantangan besar, saya melihatnya sebagai peluang besar," ucap John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Persiapan intensif direncanakan mulai bergulir dalam enam bulan ke depan untuk memperkuat komposisi skuat. Salah satu agenda utama adalah memantau talenta di kompetisi domestik guna menemukan profil pemain yang tepat.
"Salah satu langkah besar yang harus kami ambil adalah mengevaluasi pemain domestik. Pada pemusatan latihan bulan Mei ini, kami akan melihat pemain-pemain yang tampil baik sepanjang musim ini, termasuk pemain yang menurut kami mulai menunjukkan profil yang kami butuhkan untuk masa depan," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Selain memantau liga lokal, Herdman juga berencana terbang ke Eropa pada Juni mendatang. Langkah ini diambil untuk meninjau langsung performa para pemain diaspora yang merumput di liga-liga Eropa.
Pengembangan identitas permainan serta membangun kemistri yang solid antar pemain menjadi poin krusial dalam proses kepelatihan Herdman. Turnamen di Arab Saudi ini merupakan ajang pembuktian proses yang sedang ia bangun.
"Ada 2 bagian penting dalam proses ini. Pertama adalah evaluasi grup, kedalaman skuad, dan profil posisi pemain. Kedua adalah performa. Ini adalah training camp kedua saya bersama tim," tutur John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Roadmap menuju Piala Dunia 2030 mengharuskan Indonesia untuk terbiasa bersaing dengan kekuatan besar sepak bola Asia. Herdman menegaskan bahwa memangkas kesenjangan kualitas dengan tim papan atas adalah prioritas mutlak.
"Kita harus mulai terbiasa bermain di luar Indonesia. Ini adalah langkah penting yang harus kita ambil. Pada saat yang sama, kita juga harus terbiasa menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat dan menutup jarak yang saat ini masih ada antara Indonesia dengan Jepang atau Qatar. Jika kita ingin lolos ke Piala Dunia 2030, maka jarak itu harus diperkecil," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.
Gelaran Piala Asia 2027 di Arab Saudi merupakan edisi ke-19 yang melibatkan 24 negara di delapan stadion berbeda. Indonesia tercatat memiliki sejarah positif pada edisi 2023 setelah berhasil menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya.