John Herdman Terapkan Rekayasa Balik Jelang Piala AFF 2026

John Herdman Terapkan Rekayasa Balik Jelang Piala AFF 2026
Foto: Ilustrasi John Herdman Terapkan Rekayasa Balik Jelang Piala AFF 2026.

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menerapkan strategi rekayasa balik atau reverse engineering pada ajang Piala AFF 2026, Rabu (20/5/2026), untuk mengevaluasi talenta lokal demi membangun fondasi jangka panjang sepak bola Tanah Air.

Langkah berani memprioritaskan pemain domestik ini diambil karena Piala AFF bergulir di luar kalender resmi FIFA, sekaligus sebagai persiapan memetakan skuad potensial menuju Piala Dunia 2030, sebagaimana dilansir dari Suara.

Mantan pelatih Timnas Kanada tersebut memandang turnamen regional ini bukan sekadar mengejar target juara instan, melainkan sebagai laboratorium guna mengukur kualitas pemain muda saat bersaing di level internasional.

"Ya, persiapan adalah reverse engineering (rekayasa balik). Pertama, saya harus memahami siapa saja kumpulan pemain yang akan ada," ujar John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia melalui kanal YouTube ANTARA TV.

Arsitek tim berusia 50 tahun tersebut memahami besarnya ekspektasi publik penikmat sepak bola nasional yang menginginkan trofi juara mampir ke Indonesia, namun ia menggarisbawahi pentingnya proses yang benar.

"Jadi, sekarang saya punya kesempatan melalui Piala AFF untuk menilai pemain domestik. Saya ingin memastikan bahwa saya memberi kesempatan kepada pemain muda di turnamen itu," ucap John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Selain mematangkan pemain muda di Piala AFF, manajemen Timnas Indonesia juga mempersiapkan agenda uji coba internasional strategis pada FIFA Matchday Juni 2026 menghadapi Oman sebagai simulasi taktik melawan Qatar di Piala Asia 2027.

"Jadi, satu bagian adalah Piala AFF, menilai kumpulan pemain domestik untuk memahami pemain mana yang bisa membantu kami untuk Piala Asia 2027," ungkap John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Herdman menilai pemahaman karakteristik permainan tim-tim asal Timur Tengah sangat krusial bagi perkembangan anak asuhnya agar mampu bersaing ketat di level Asia.

"Kemudian, di sisi lain, ada FIFA Matchday Juni 2026 yang memberi kami kesempatan menghadapi Oman, yang merupakan negara Timur Tengah yang harus kami pelajari cara mengalahkannya," tambah John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Melalui perencanaan program yang disiplin dan terukur ini, kerangka tim diharapkan semakin solid baik dari segi kedekatan antarpemain maupun pemahaman visi taktik.

"Kami perlu belajar bagaimana mengalahkan tim-tim tersebut dan mendominasi mereka," kata John Herdman, Pelatih Timnas Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi