Proyek regenerasi berskala besar tengah berjalan di dalam tubuh Timnas Indonesia. Pelatih kepala, John Herdman, secara terbuka menyatakan keputusannya untuk memprioritaskan pemantauan dan pemberian jam terbang bagi para pesepak bola muda daripada mengandalkan pemain senior.
Langkah taktis ini menjadi alasan di balik absennya sejumlah pilar yang sedang naik daun bersama klub mereka, seperti Ezra Walian hingga Teja Paku Alam. Seperti dilaporkan oleh Suara, John Herdman memilih tidak memasukkan nama-nama matang tersebut dalam daftar panggil terbarunya.
Arsitek strategi asal Inggris tersebut menjelaskan bahwa masa empat bulan pertamanya di tanah air dihabiskan khusus untuk menjaring potensi-potensi baru yang tersebar di berbagai lini.
"Saya telah berada di sini selama empat bulan. Saya sekarang mempunyai banyak waktu untuk melihat langsung para pemain muda, dan realitanya memang demikian, saya melihat beberapa dari mereka," kata John Herdman.
Keputusan ekstrem diambil oleh sang juru taktik dengan mengesampingkan para pemain yang telah memasuki usia keemasan. Fokusnya kini telah terkunci sepenuhnya pada proses pembinaan jangka panjang.
"Saya tidak memantau pemain berusia 28 hingga 36 tahun meski mereka menawarkan sesuatu yang menarik. Saya begitu tertarik dengan talenta muda ini," tambahnya.
Kebijakan regenerasi ini terlihat nyata dalam pemanggilan 23 pemain untuk pemusatan latihan menjelang turnamen Piala AFF 2026. John Herdman menyertakan figur belia seperti Dony Tri Pamungkas dan Alfharezzi Buffon, serta memberikan kesempatan bagi debutan Eksel Runtukahu.
Langkah awal ini disiapkan sebagai fondasi utama bagi masa depan skuad Garuda. Walaupun sasaran tertinggi dari proyek ini adalah menembus Piala Dunia 2030, tahapan pembentukan tim kompetitif sudah digulirkan sejak dini, termasuk untuk menyongsong Piala Asia 2027.