Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan respons positif dan penuh optimisme setelah hasil undian menempatkan skuad Garuda di grup berat pada Piala Asia 2027. Dilansir dari Suara, tim nasional akan bersaing dengan Jepang, Qatar, dan Thailand.
Meski harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh, juru taktik asal Inggris tersebut justru menganggap situasi ini sebagai sebuah peluang besar bagi anak asuhnya. Herdman menilai setiap grup di level AFC memiliki tantangan sulit yang serupa.
Jepang yang menyandang status raksasa Asia akan menjadi lawan berat di mana Indonesia akan memegang posisi non-unggulan. Herdman berharap para pemainnya dapat menikmati peran tersebut untuk tampil tanpa beban saat menghadapi tim papan atas.
"Banyak orang mungkin melihat ini sebagai grup yang sulit. Tetapi di level AFC seperti ini, setiap grup memang sulit," ucap John Herdman dikutip dari Kita Garuda.
Menurutnya, hal yang paling krusial bagi tim adalah kemampuan untuk melihat celah keberhasilan saat melawan tim besar. Ia ingin para pemainnya memaksimalkan status underdog sebagai motivasi tambahan dalam pertandingan tersebut.
"Yang terpenting bagi kita adalah melihat peluang yang ada ketika menghadapi tim papan atas seperti Jepang dan menikmati status underdog dalam pertandingan tersebut," sambungnya.
Strategi berbeda akan disiapkan saat Indonesia berjumpa dengan juara bertahan Qatar dan rival regional, Thailand. Herdman menargetkan skuad Garuda mampu menunjukkan performa terbaik dan versi paling maksimal dari kemampuan mereka.
"Kami juga harus mampu mengeluarkan versi terbaik dari diri kami saat menghadapi Qatar, lalu membawa semangat juang, determinasi, dan gairah yang dibutuhkan untuk menghadapi tim seperti Thailand," ujar Herdman.
Pendekatan mental yang fleksibel menjadi sorotan utama bagi tim kepelatihan dalam menghadapi dinamika turnamen. Herdman menekankan pentingnya bagi pemain untuk fokus menjalani kompetisi selangkah demi selangkah tanpa terbebani label grup neraka.
"Setiap pertandingan memiliki tantangan uniknya sendiri. Akan ada mentalitas berbeda yang dibutuhkan untuk menjalani setiap laga dan kita harus melangkah satu pertandingan demi satu pertandingan. Jadi daripada melihat ini sebagai tantangan besar, saya melihatnya sebagai peluang besar," pungkasnya.