Arsitek Timnas Indonesia John Herdman mengusung visi besar dalam membangun kekuatan skuad Garuda. Pelatih berkebangsaan Kanada tersebut menargetkan Indonesia mampu menembus putaran final Piala Dunia FIFA 2030 mendatang.
Dikutip dari Suara, juru taktik berpengalaman ini menegaskan bahwa proses penyaringan pemain diaspora akan diperketat demi menjaga kualitas tim. Langkah ini diambil agar pos-pos krusial diisi oleh nama-nama yang sudah teruji di kompetisi tertinggi.
Herdman memproyeksikan kombinasi pemain muda domestik dan pilar keturunan sebagai fondasi utama.
"Jadi tugas kami adalah menjaga keseimbangan antara pemain muda lokal yang punya potensi dengan pemain diaspora yang juga bisa menjadi bagian proyek menuju Piala Dunia 2030," ungkap Herdman dikutip dari kanal YouTube ANTARA, Selasa (19/5/2026).
Aspek kualitas menjadi perhatian utama Herdman agar timnas mampu mengimbangi kekuatan raksasa Asia. Ia menetapkan parameter yang sangat ketat bagi para pemain keturunan yang ingin memperkuat skuad Merah Putih.
"Tapi yang harus dipahami di sini adalah Indonesia membutuhkan lebih banyak pemain level tier satu dan tier dua yang bermain di liga top dunia," tegasnya.
Kriteria minimal yang ditetapkan adalah pesepak bola yang aktif berkompetisi di liga utama Eropa atau satu level di bawahnya. Standar grade A ini menjadi acuan baru dalam program naturalisasi yang dijalankan bersama federasi.
Membentuk Fondasi Jangka Panjang
Herdman meyakini kehadiran pemain-pemain di level kompetisi tersebut dapat mendongkrak mentalitas juara timnas. Oleh karena itu, tim analis dan pencari bakat dituntut jeli dalam mengukur kapabilitas serta kesiapan mental setiap kandidat.
Sistem ini dirancang untuk meminimalkan ketergantungan pada figur tertentu dan menciptakan kedalaman skuad yang merata di seluruh lini. Pola pembinaan dan regulasi naturalisasi yang konsisten menjadi instrumen vital dalam merealisasikan target menembus panggung dunia.