Musisi James F. Sundah Meninggal Dunia di New York

Musisi James F. Sundah Meninggal Dunia di New York
Foto: Ilustrasi Musisi James F. Sundah Meninggal Dunia di New York.

Musisi legendaris Indonesia, James F. Sundah, meninggal dunia di New York, Amerika Serikat, pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 waktu setempat. Pencipta lagu ikonik "Lilin-Lilin Kecil" tersebut menghembuskan napas terakhir pada usia 70 tahun karena kondisi kesehatan yang menurun di perantauan.

Kabar duka mengenai kepergian komposer kelahiran Semarang, 1 Desember 1955 ini dikonfirmasi melalui pesan tertulis yang dikirimkan pihak keluarga kepada media pada Jumat, 8 Mei 2026. Sebagaimana dilansir dari Suara, sosok yang melambungkan nama penyanyi Chrisye tersebut meninggalkan seorang istri, Priscillia Sundah Suntoso, dan seorang putra bernama Erickjuno Jacob.

"James F. Sundah menghembuskan napas terakhirnya di New York, Amerika Serikat, pada hari Kamis, tanggal 7 Mei 2026 waktu setempat," tulis pesan duka dari pihak keluarga.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa sang maestro berpulang dengan tenang di kediamannya di Amerika Serikat. Informasi lebih lanjut mengenai detail kepergian tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi berikutnya.

"Telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga dengan tenang, suami, papa, kakak, adik, saudara, sahabat kita tercinta: Bapak James Freddy Sundah," ungkap pihak keluarga.

Rangkaian prosesi penghormatan terakhir direncanakan berlangsung di Schwartz Brothers Memorial Chapel, Queens Boulevard, Forest Hills, New York. Ibadah penghormatan (viewing) akan dilaksanakan pada Minggu, 10 Mei 2026 pukul 15.00 hingga 20.00 waktu New York.

"Viewing dan ibadah akan diadakan pada Minggu, 10 Mei 2026 pk. 15:00-20:00 pm New York EST," lanjut pernyataan keluarga.

Keluarga juga memohon doa agar mendiang mendapatkan tempat terbaik serta memohon ketabahan bagi seluruh kerabat yang ditinggalkan. Hal ini menjadi bagian dari ungkapan rasa syukur atas perjalanan hidup sang musisi.

"Kiranya Tuhan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta penghiburan dari Tuhan Yesus Kristus," tambah pihak keluarga.

Dalam pengumuman duka tersebut, terdapat permintaan khusus bagi para pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir secara langsung di New York. Keluarga mengharapkan suasana yang berwarna dengan menghindari penggunaan pakaian hitam atau putih tradisional.

Keluarga meminta para tamu untuk mengenakan busana dengan nuansa warna yang telah ditentukan, yakni merah, ungu, biru, atau oranye. Pemakaman rencananya akan dilangsungkan di St. John Cemetery, Middle Village, New York pada Senin, 11 Mei 2026 mulai pukul 09.00 pagi waktu setempat.

Artikel terkait

Rekomendasi