Desainer dan presenter Ivan Gunawan tengah menjalankan tahap riset untuk menentukan titik lokasi pembangunan 99 masjid di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memastikan distribusi bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan rumah ibadah, sebagaimana dilansir dari Detik Hot hari ini.
Proses penyisiran berbagai wilayah di Tanah Air saat ini menjadi prioritas tim teknis agar manfaat pembangunan dapat dirasakan maksimal. Ivan Gunawan menjelaskan bahwa keterlibatan publik dan media akan dilakukan setelah seluruh persiapan teknis dan administratif mencapai tahap final.
"Kita lagi riset ke seluruh Indonesia karena rencananya akan melakukan pembangunan 99 masjid dari Sabang sampai Merauke. Jadi nanti teman-teman media bakal aku undang di saat persiapannya sudah matang," kata Ivan Gunawan saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Meski mendapatkan perhatian luas dari publik, sang desainer mengklarifikasi bahwa secara fisik belum ada bangunan yang berdiri dalam proyek ambisius tersebut. Fokus pengerjaan saat ini masih tertuju pada pengumpulan data lapangan serta kalkulasi kebutuhan finansial di setiap lokasi yang terpilih.
"Beberapa titiknya belum karena sekarang lagi nyari titiknya di mana, akan ada 99 titik. Jadi nanti akan kita launchingkan, nanti teman-teman diundang, jadi ketahuan titiknya itu ada di mana saja dan keperluan biayanya berapa," tutur Ivan Gunawan.
Transformasi gaya hidup menjadi landasan utama di balik proyek religi ini, di mana kepuasan batin dari berbagi kini lebih diutamakan dibandingkan kepemilikan barang mewah. Pengalaman pribadi dalam merasakan manfaat spiritual menjadi dorongan baginya untuk menginisiasi gerakan sosial berskala nasional ini.
"Ya ternyata saya ngerasain kalau sedekah itu kan nagih ya, dan saya aja bisa menikmati nikmatnya bersedekah, jadi makanya saya mau mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bisa ikutan bersedekah," jelas Ivan Gunawan.
Aspek akuntabilitas dan manajemen profesional diterapkan melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam pembangunan infrastruktur religi. Penegasan ini disampaikan untuk menjamin transparansi pengelolaan dana dan kualitas teknis bangunan di masa mendatang.
"Saya mau berkolaborasi dengan orang-orang yang memang sudah punya pengalaman di bidangnya," pungkas Ivan Gunawan.