Iran Minta Jaminan Keamanan FIFA Jelang Piala Dunia 2026

Iran Minta Jaminan Keamanan FIFA Jelang Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Iran Minta Jaminan Keamanan FIFA Jelang Piala Dunia 2026.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mendesak FIFA memberikan jaminan perlindungan terhadap delegasi nasional mereka sebelum bertolak ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026. Permintaan ini dilayangkan menyusul insiden pembatalan visa delegasi Iran saat hendak menghadiri Kongres FIFA di Vancouver, Kanada, baru-baru ini.

Dilansir dari Bola, Mehdi Taj menekankan pentingnya kepastian agar simbol-simbol negara, khususnya Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), tidak mendapatkan perlakuan tidak hormat selama berada di wilayah tuan rumah. Hal ini menjadi krusial mengingat situasi politik yang melibatkan negara penyelenggara.

ÔÇ£Kami membutuhkan jaminan untuk perjalanan, bahwa mereka tidak berhak menghina simbol sistem kami, terutama IRGC,ÔÇØ ujar Taj, Ketua Federasi Sepak Bola Iran.

Persoalan ini memuncak setelah delegasi Iran terpaksa kembali ke Teheran akibat kendala imigrasi di perbatasan Kanada. Menteri Imigrasi Kanada mengonfirmasi pembatalan visa Taj saat yang bersangkutan masih dalam penerbangan karena keterkaitannya dengan IRGC yang dikategorikan sebagai entitas teroris oleh Kanada pada 2024.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, merespons situasi tersebut melalui surat resmi yang menyatakan penyesalan atas ketidaknyamanan yang menimpa delegasi Iran. Sebagai tindak lanjut, FIFA mengundang perwakilan Iran ke Zurich pada 20 Mei untuk membahas persiapan teknis turnamen.

Timnas Iran dijadwalkan melakoni pertandingan fase grup di Los Angeles dan Seattle. Taj menegaskan bahwa kehadiran timnya murni berdasarkan pencapaian olahraga, sehingga tanggung jawab penuh atas delegasi berada di tangan FIFA sebagai otoritas sepak bola tertinggi dunia.

ÔÇ£Kami pergi ke Piala Dunia karena kami lolos, dan tuan rumah kami adalah FIFA, bukan Tuan Trump atau Amerika,ÔÇØ kata Taj.

Penegasan tersebut disampaikan Taj guna memastikan bahwa status tuan rumah Amerika Serikat tidak mengintervensi kehormatan institusi militer Iran. Ia khawatir tanpa kesepakatan tertulis, para delegasi akan mengalami perlakuan diskriminatif serupa seperti yang terjadi di Vancouver.

ÔÇ£Jika mereka menerima menjadi tuan rumah kami, maka mereka juga harus menerima bahwa mereka tidak boleh menghina institusi militer kami dengan cara apa pun,ÔÇØ kata Taj.

Di sisi lain, tensi geopolitik sempat meningkat sejak Februari lalu yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Meski demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan tidak keberatan dengan partisipasi para pemain sepak bola Iran di turnamen tersebut.

Namun, Rubio memberikan catatan tegas bahwa akses masuk tidak akan diberikan kepada individu yang memiliki keterkaitan langsung dengan IRGC. Saat ini, para pemain tim nasional Iran tetap fokus menjalani pemusatan latihan di Teheran sembari menunggu kepastian jadwal uji coba di Turkiye sebelum pembukaan turnamen pada 11 Juni mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi