Tuduhan miring yang menyeret nama selebgram Inka Andestha akhirnya mendapat respons langsung dari yang bersangkutan.
Dikutip dari Suara, Inka Andestha memberikan klarifikasi terbuka mengenai rumor yang menyebut dirinya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga pesepak bola Pratama Arhan dan Azizah Salsha.
Melalui akun Instagram pribadinya, @another.inka, pada Kamis, 28 Mei 2026, Inka mengunggah tangkapan layar berisi tudingan warganet.
Komentar netizen tersebut membangun narasi bahwa Inka memiliki hubungan khusus dengan Arhan, sering bepergian JakartaÔÇôBangkok, hingga memunculkan isu adanya dokumen transaksi keuangan.
Menghadapi spekulasi yang kian liar, Inka menyatakan bahwa cerita yang beredar di jagat maya sudah melenceng jauh dari fakta sebenarnya.
"Hi, bener-bener cerita rakyat tuh serem ya? Dibelok-belonkin terus. Maaf ya aku harus klarifikasi karena menurutku sudah terlalu mengarang cerita berlebihan dan semoga setelah klarifikasi ini semuanya paham," tulis Inka.
Perempuan yang juga dikenal sebagai teman dari mantan istri Pratama Arhan, Azizah Salsha, ini menegaskan bahwa kabar burung tersebut adalah bohong.
Inka bahkan menantang pihak-pihak yang menyebarkan rumor untuk membuktikan klaim mengenai adanya pengiriman uang dari sang atlet.
"Pertama, nggak ada perselingkuhan. Kedua, keluarin bukti transfer kalau memang ada. Dan bisa akses dari mana lihat transferan?" kata Inka.
Guna meluruskan kesalahpahaman, Inka mengungkapkan bahwa dirinya sudah tidak memiliki pasangan selama dua tahun terakhir.
Ia tidak menampik pernah dekat dengan seseorang dalam hubungan tanpa status (HTS) untuk waktu yang lama, namun sosok tersebut dipastikan bukan Pratama Arhan.
Inka menyayangkan sikap sebagian netizen yang dinilai terlalu cepat menyimpulkan informasi sepihak dan menjadikannya sebuah opini publik.
"Mohon untuk tidak membuat atau menyebarkan cerita yang tidak benar seakan-akan itu fakta. Asumsi pribadi dan prasangka kalian bukan berarti kenyataan," tutur Inka.
Ia meminta masyarakat digital untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial agar tidak merugikan nama baik orang lain.
"Jadi tolong jangan merealisasikan keburukan yang ada di pikiran sendiri menjadi narasi tentang hidup orang lain," kata Inka.