Kontingen Indonesia mengakhiri kompetisi Asian Beach Games Sanya 2026 dengan menempati posisi ke-11 klasemen akhir setelah mengumpulkan satu medali emas dan dua medali perak. Pencapaian dari 22 atlet yang bertanding pada tiga cabang olahraga ini dilaporkan pada Jumat (1/5) sebagai persiapan menuju Asian Games Nagoya.
Indonesia mengirimkan perwakilan untuk cabang voli pantai, panjat tebing, serta basket 3x3 dalam ajang tersebut. Dilansir dari Detik Sport, posisi puncak klasemen diraih oleh tuan rumah China, diikuti oleh Thailand di urutan kedua dan Iran pada peringkat ketiga.
| Peringkat | Negara | Emas | Perak | Perunggu |
|---|---|---|---|---|
| 1 | China | 24 | 17 | 13 |
| 2 | Thailand | 10 | 9 | 8 |
| 3 | Iran | 9 | 1 | 0 |
| 11 | Indonesia | 1 | 2 | 0 |
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Krisna Bayu, memberikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi seluruh anggota kontingen yang telah berjuang di Sanya. Ia menilai partisipasi aktif ini sebagai bagian dari proses pematangan mental bertanding para atlet nasional.
"Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah berjuang membawa nama Indonesia di Asian Beach Games Sanya 2026. Setiap pertandingan yang dijalani menjadi bagian penting dari proses peningkatan kualitas dan mental bertanding atlet kita," ujar CdM Bayu, Chef de Mission Tim Indonesia.
Mantan olimpian judo tersebut menjelaskan bahwa keikutsertaan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dari Komite Olimpiade Indonesia dalam memperkuat struktur olahraga nasional. Hasil di Sanya dipandang sebagai fondasi awal sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar di Jepang pada September mendatang.
"Kami melihat hasil ini sebagai batu pijakan. Dalam waktu dekat, kita akan menghadapi ajang yang lebih besar, yaitu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Oleh karena itu, evaluasi dan persiapan akan terus dimatangkan agar Indonesia dapat tampil lebih optimal," ujar Bayu, Chef de Mission Tim Indonesia.
Sistem pembinaan yang menggabungkan atlet senior dan talenta muda menjadi strategi utama untuk memperdalam kekuatan skuad Merah Putih di masa depan. Bayu menitikberatkan fokus pada pengembangan sistem jangka panjang dibandingkan sekadar melihat perolehan medali saat ini.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga konsistensi pembinaan dan memperkuat sistem. Medali adalah hasil, tetapi proses dan kesiapan menuju panggung yang lebih besar seperti Asian Games harus menjadi fokus utama kita bersama," kata Bayu, Chef de Mission Tim Indonesia.
Di sisi lain, atlet panjat tebing Desak Made Rita Kusuma Dewi yang menyumbangkan medali emas menyatakan akan melanjutkan fokus pada kompetisi internasional lainnya. Ia berencana mengikuti rangkaian kejuaraan dunia sebagai pemanasan sebelum berlaga di Asian Games.
"Untuk sebelum menjelang ke Asian Games kami mengikuti beberapa seri World Cup. Ya saya memaksimalkan di World Cup nanti agar sukses di Asian Games," kata Desak, Atlet Panjat Tebing Indonesia.