Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berbalik anjlok setelah sempat dibuka menguat pada pekan ketiga Mei 2026. Pelemahan ini dipicu oleh merosotnya harga saham-saham di sektor komoditas.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI yang dikutip dari Investasi, IHSG ambruk sebesar 2,16 persen menuju level 6.181,77 pada perdagangan Kamis (21/5/2026) pukul 09.45 WIB.
Koreksi dalam ini terjadi seiring melemahnya hampir seluruh sektor saham di bursa. Penurunan dipimpin oleh sektor barang baku, infrastruktur, transportasi, energi, perindustrian, barang konsumer non primer, kesehatan, hingga barang konsumer primer.
Aktivitas perdagangan saham di BEI pada pagi ini mencatatkan total volume mencapai 9,22 miliar saham. Sementara itu, nilai transaksi yang dibukukan menyentuh Rp 5,05 triliun.
Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 468 saham bergerak melemah dan menekan indeks. Di sisi lain, terdapat 154 saham yang mengalami penguatan serta 109 saham lainnya bergerak stagnan.
Kemerosotan tajam menimpa sejumlah saham komoditas besar yang kemudian masuk dalam jajaran top losers di indeks LQ45. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memimpin pelemahan dengan turun 9,03 persen ke Rp 1.410 per saham.
Kondisi serupa dialami saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot 8,72 persen menjadi Rp 1.570 per saham. Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ikut ambruk 8,47 persen ke posisi Rp 540 per saham.
Pelemahan juga melanda saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang terkoreksi 6,88 persen ke level Rp 353 per saham. Emiten tambang PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 6,81 persen menuju Rp 2.190 per saham.
Laju penurunan ini dilengkapi oleh saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Saham produsen tembaga dan emas ini mencatatkan penurunan sebesar 6,40 persen ke posisi Rp 2.780 per saham.