Seorang ibu rumah tangga asal Karawang bernama Riska Widya Sari sukses membangun aset properti berupa rumah kos setelah berhasil meraup komisi hingga Rp3 juta per hari melalui program kemitraan digital atau affiliate.
Kisah keberhasilan ini viral di media sosial setelah dirinya membagikan video transformasi dari kreator konten biasa menjadi pemilik properti, seperti dilansir dari Wolipop.
Unggahan berupa video singkat tersebut memperlihatkan kesibukan proyek pembangunan pondasi di sebuah lahan luas menggunakan truk material yang sedang membongkar muatan batu.
"Daftar affiliate ah biar bisa nambah uang jajan," tulis akun @riskawidsar.
Unggahan di akun Instagram miliknya tersebut kini telah ditonton lebih dari 1 juta kali oleh warganet.
"Bissmillah ƒñ▓ƒÅ╗ƒÑ╣ lancar2 ya Allah," tulis akun Instagram @riskawidsar.
Sejumlah warganet turut memberikan komentar yang menunjukkan rasa takjub serta ketertarikan untuk mempelajari cara kerja program afiliasi tersebut.
"Masyaallah kak nular2 ke aku..Kebetulan aku juga rumah di karawang dket kwsan surya cipta menjanjikan banget klau bikin kos2n," takjub akun @nhuyyasnha.
Riska merupakan perempuan berusia 31 tahun berpendidikan tamatan SMK yang kini berdomisili di Karawang dan aktif memproduksi konten di sela kesibukannya.
"Mau di ajarin cara affiliate nya," penasaran akun @vikiindriyani.
Komentar positif terus membanjiri unggahan video yang menampilkan perkembangan pembangunan aset properti milik kreator konten tersebut.
"Mas Allah mbaa┬░ƒÿì," ujar akun @vinanendah.
Dalam konfirmasi bersama Wolipop, Riska membagikan cerita latar belakang mengenai awal mulanya terjun ke dunia kreator konten digital.
"Nama aku Riska Widyasari aku usianya itu tiga pukul satu tahun sekarang domisili aku di Karawang nama panggilan Turiska kegiatan sehari-hari aku cuman ibu rumah tangga tapi sambil ngonten-ngonten gitu dan latar belakang pendidikan aku tuh cuman tamatan SMK," ungkap Riska.
Sebelum fokus pada bidang fashion, perempuan asal Karawang ini sempat mencoba berbagai tema video lain termasuk komedi situasi rumah tangga.
"Nah jadi aku tuh ngonten sudah lama sih sebenarnya cuman ganti-ganti gitu. Awal ngonten, komedi rumah tangga. Cuman karena waktu itu aku hamil kedua jadi sempat vakum beberapa tahun dan karena aku tuh sebenarnya passion aku bukan di situ jadi aku tinggalin. Aku ngonten tentang rumah karena sebenarnya aku suka bersih-bersih, dekorasi rumah makanya aku jadi creator home living, sampai sekarang," jelasnya.
Perubahan fokus konten di platform TikTok dari tema dekorasi rumah ke bidang busana terjadi secara tidak sengaja akibat kejelian melihat respons pengikutnya.
"Aku tuh sebenarnya nggak langsung terjun ke fashion, jadi tipis-tipis dulu, diselang-seling. kadang fashion kadang comedy, kadang home living, di TikTok kan ini. Ternyata lumayan ya. Dari satu produk saja dari baju, pendapatannya tuh lumayan. Jadi melebihi dari komisi yang aku dapat dari home living gitu. Makanya sekarang aku fokusin ke fashion sajalah yang untuk di TikTok. Tapi untuk Instagram masih di Home Living. Karena itu kan passion aku sebenarnya," jelasnya.
Keputusan mengalihkan fokus konten ke bidang busana di TikTok membuahkan hasil signifikan berupa lonjakan komisi harian dalam waktu beberapa bulan.
"Alhamdulillah komisi aku naik pesat. Jadi, satu harinya itu bisa dari satu sampai tiga juta seharinya. Selama delapan bulan, komisi aku stabil gitu. Makanya aku memberanikan diri untuk bikin aset dari uang affiliate aku," kata Riska.
Riska kini mengelola beberapa akun media sosial sekaligus dan menerapkan sistem produksi video secara borongan demi mengatasi kejenuhan serta menjaga konsistensi.
"Jadi aku satu hari itu full-in untuk ngonten, bisa menghasilkan sepuluh sampai dua puluh konten. Jadi buat stok gitu. Nah enaknya konten fashion tuh kayak gitu kalau home living nggak. Kalau itu satu produknya itu kita review, bisa sehari dan itu cuma dapat satu konten," papar Riska.
Selain manajemen waktu, tantangan terbesar bagi seorang pembuat konten afiliasi adalah kesiapan mental dalam menghadapi fluktuasi omzet pendapatan.
"Yang namanya affiliate itu kan pasti komisinya itu naik turun, kayak orang jualan. Omzetnya itu kadang naik, kadang turun, jadi harus siap juga mentalnya," ujarnya.
Riska menekankan bahwa riset, persiapan matang, kualitas visual yang baik, serta penyampaian detail produk menjadi kunci utama kesuksesan.
"Orang-orang kan tanya kenapa sih nggak naik atau nggak ada komisinya ya berarti kurang di kualitas videonya mungkin ya, kurang effort juga. Kadang kan ada yang bikin video tuh ngasal-ngasal doang kan? Makanya penontonnya juga kurang," ujarnya.
Penyampaian informasi yang rinci lewat naskah dan pengisi suara dinilai sangat membantu meyakinkan penonton untuk berbelanja melalui tautan yang disediakan.
"Aku bikinnya deskripsikan produknya, jadi yang beli juga nggak bingung ini bahannya apa, ini ukurannya apa," pungkasnya.