Harta Djaya Karya Bagikan 372 Juta Saham Bonus Rasio 6 banding 1

Harta Djaya Karya Bagikan 372 Juta Saham Bonus Rasio 6 banding 1
Foto: Ilustrasi Harta Djaya Karya Bagikan 372 Juta Saham Bonus Rasio 6 banding 1.

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menjadwalkan pembagian 372,58 juta saham bonus bagi para pemegang saham yang tercatat pada Rabu dan Kamis, 15-16 April 2026. Aksi korporasi ini menerapkan rasio 6:1, di mana investor akan menerima satu saham baru untuk setiap kepemilikan enam saham lama.

Langkah manajemen ini diambil di tengah tren penurunan harga saham MEJA yang cukup tajam selama satu tahun terakhir. Dilansir dari Stocksetup, harga saham emiten ini telah merosot sebesar 66,27 persen atau setara 220 poin dalam periode satu tahun hingga perdagangan Selasa (14/4/2026).

Meskipun mengalami penurunan tahunan yang signifikan, saham MEJA sempat mencatatkan kenaikan tipis sebesar 3,7 persen ke level 112 pada penutupan perdagangan Selasa kemarin. Namun, secara year to date, nilai saham perusahaan ini masih terkoreksi sebesar 16,42 persen dari harga awal tahun.

Direktur Utama Harta Djaya Karya, Richie Adrian Hartanto, menyatakan bahwa pembagian aset ini merupakan pelaksanaan amanat dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Pertemuan tersebut telah diselenggarakan oleh perusahaan pada 8 April 2026 sebagai landasan legal aksi korporasi tersebut.

"Rasio pembagian saham bonus 6:1 sehingga setiap pemilik 6 saham MEJA memperoleh satu saham bonus sebagai saham baru," jelas Richie Adrian Hartanto, Direktur Utama Harta Djaya Karya.

Pihak manajemen memberikan penegasan mengenai sumber dana untuk pembagian saham ini agar tidak terjadi kekeliruan klasifikasi oleh para pelaku pasar. Sumber tersebut berasal dari kapitalisasi kelebihan setoran modal investor saat penawaran umum perdana pada tahun 2024 lalu.

"Rasio pembagian saham bonus 6:1 sehingga setiap pemilik 6 saham MEJA memperoleh satu saham bonus sebagai saham baru," jelas Richie Adrian Hartanto, Direktur Utama Harta Djaya Karya.

Total tambahan modal disetor atau agio saham yang akan dikonversi dalam aksi ini mencapai Rp 35,84 miliar. Nilai tersebut merupakan hasil bersih dari selisih nilai nominal saham dengan harga jual saat emisi efek setelah dikurangi seluruh biaya terkait proses penawaran umum.

Artikel terkait

Rekomendasi