Harry Kane Pimpin Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026

Harry Kane Pimpin Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Harry Kane Pimpin Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026.

Kapten Timnas Inggris Harry Kane memimpin skuad Tiga Signa menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Utara dengan ambisi mengakhiri kegagalan meraih trofi sejak 1966. Penyerang Bayern Munich tersebut menjadikan kegagalan penalti pada turnamen 2022 sebagai landasan mental untuk memperkuat performa di panggung internasional, sebagaimana dilansir dari Suara.

Harry Kane yang kini memegang rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris melampaui Wayne Rooney, menilai tragedi di Stadion Al Bayt melawan Prancis menjadi titik balik transformatif. Kane menegaskan pentingnya ketangguhan mental bagi para pemain setelah melewati momen tersulit dalam sejarah karier profesionalnya.

"Itu secara pribadi merupakan momen yang sangat sulit dalam karier saya untuk dilalui," kata Kane dalam wawancara bersama FIFA.

Mantan pemain Tottenham Hotspur ini menjelaskan bahwa keberhasilan melewati masa kelam tersebut telah membentuk dirinya menjadi individu yang lebih tangguh. Kane merasa pengalaman pahit tersebut berkontribusi pada peningkatan kualitas permainannya saat ini.

"Pastinya, saya harus menjadi sangat kuat secara mental untuk melaluinya ÔÇô dan saya berhasil. Saya hampir merasa itu membuat saya menjadi pemain yang lebih baik pada akhirnya," ujar Kane.

Kane memberikan perhatian khusus pada mentalitas pemain muda yang akan memulai debut di level dunia agar tidak terhambat oleh rasa takut akan kegagalan. Baginya, tekanan publik Inggris yang tinggi harus dikelola dengan cara menikmati setiap momen pertandingan sebagai perwujudan mimpi masa kecil.

"Intinya adalah ini yang kamu impikan sejak kecil, dan saya pikir kadang-kadang mudah untuk sampai di sini [ke Piala Dunia] dan kemudian mungkin takut akan momen tersebut atau takut gagal, tetapi itu adalah bagian dari kehidupan," tutur Kane.

Ia mendorong rekan setimnya untuk berani mengekspresikan kemampuan terbaik di lapangan hijau sebagai tujuan utama dari latihan keras setiap hari. Kane melihat kesempatan berkompetisi di turnamen tertinggi sebagai puncak pencapaian seorang atlet profesional.

"Inilah tujuan kita hidup. Itulah mengapa kita berada di lapangan, itulah mengapa kita berlatih setiap hari, untuk memiliki kesempatan ini dan mengekspresikan diri kita pada momen tersebut," ucap Kane.

Sang kapten berkomitmen membantu pemain yang lebih muda agar merasa bebas dari beban mental selama turnamen berlangsung. Ia mengingatkan bahwa karier pesepak bola sangat singkat sehingga setiap kesempatan di turnamen besar tidak boleh disia-siakan.

"Ini jelas lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi di situlah mungkin pemain berpengalaman seperti saya dapat membantu beberapa pemain muda untuk merasa bebas. Akhirnya, ini adalah karier yang pendek, dan kamu tidak mendapatkan kesempatan bermain di banyak turnamen besar, jadi mengapa menyia-nyiakannya dengan rasa takut? Pergi saja ke sana dan ekspresikan dirimu," kata Kane.

Kane mengakui bahwa ambisinya untuk membawa pulang trofi semakin kuat seiring bertambahnya usia dan pengalaman internasionalnya. Menatap turnamen di Amerika Utara, ia menyadari besarnya harapan penggemar terhadap kesuksesan tim nasional.

"Bagi saya, Piala Dunia adalah puncak dari karier pemain sepak bola profesional. Ini akan menjadi yang ketiga bagi saya, dan kegembiraannya hampir semakin kuat karena kamu tahu betapa berartinya hal itu," ujar Kane.

Di luar sepak bola, Kane mengungkapkan kekagumannya pada atlet NFL Tom Brady dalam menjaga umur panjang karier di olahraga elit. Ia pun tidak menutup kemungkinan untuk mencoba peran sebagai penendang di American Football setelah masa pensiunnya tiba.

"Itu adalah sesuatu yang sulit bahkan untuk dipikirkan. Itu akan menjadi jembatan yang harus diseberangi ketika kita sampai di sana, saya rasa, karena masih ada jalan panjang yang harus ditempuh," tutur Kane.

Penyerang yang mengoleksi lebih dari 70 gol internasional ini memahami betapa dambanya masyarakat Inggris akan gelar juara dunia. Ia menyebut upaya memenangkan kompetisi tersebut seperti mendaki gunung besar yang membutuhkan kerja keras luar biasa.

"Sudah lama sekali [sejak Inggris memenangkan Piala Dunia] dan saya tahu betapa setiap penggemar Inggris mendambakan Inggris untuk menang. Kita semua berharap bisa menjadi bagian dari sejarah itu, dan mengukuhkan nama kita dalam sejarah itu, tetapi kita juga tahu ada gunung besar yang harus didaki untuk sampai ke sana," ucap Kane.

Kehadiran pelatih baru Thomas Tuchel diharapkan mampu memperkuat ikatan emosional dan kekeluargaan di dalam skuad selama masa turnamen delapan minggu. Fokus utama kepemimpinan Tuchel saat ini adalah membangun kebersamaan yang solid di antara para pemain.

"Hal baik yang telah kami bangun dari waktu ke waktu, bahkan sebelum bos ada di sini, adalah kebersamaan itu. Thomas sangat menekankan hal itu sejak dia datang," ujar Kane.

Harry Kane meyakini bahwa koneksi antarpemain dan rasa persaudaraan menjadi kunci penting di samping penerapan taktik di lapangan. Inggris sebelumnya tercatat mencapai final Euro berturut-turut serta semifinal Piala Dunia 2018 sebelum menatap kompetisi tahun 2026.

"Tentu saja, kamu punya taktik dan sisi sepak bolanya, tetapi ketika kamu pergi bersama rekan setim selama delapan minggu, ini banyak tentang bagaimana kamu terhubung dan persaudaraan yang kamu miliki," kata Kane.

Artikel terkait

Rekomendasi