Pendakwah Habib Jafar menghadiri peringatan 40 hari wafatnya penyanyi Vidi Aldiano yang digelar di Masjid Nurul Hidayah, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026) malam. Kehadiran sang pendakwah bertujuan memberikan tausiah sekaligus memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum yang dikenal sangat peduli pada lingkaran pertemanannya.
Dilansir dari Detik Hot, Habib Jafar mengungkapkan bahwa karakter yang paling menonjol dari mendiang Vidi Aldiano adalah kesediaannya untuk selalu ada bagi siapa pun yang membutuhkannya. Hal ini tercermin dari julukan informal yang melekat pada diri almarhum semasa hidupnya di kalangan publik maupun rekan sejawat.
"Iya, karakter utama Vidi itu kan adalah selalu hadir bagi siapa saja yang ia ingin hadir. Siapa saja orang-orang yang ingin Vidi hadir, dia mencoba untuk hadir, terlebih untuk sahabat-sahabatnya," kata Habib Jafar.
Predikat sebagai sosok yang sangat sosial tersebut membuat kehadiran banyak pelayat dalam momen doa bersama ini dinilai sebagai hal yang sangat wajar. Habib Jafar menegaskan bahwa loyalitas Vidi kepada teman-temannya membuat orang-orang ingin membalas kebaikan tersebut setelah ia tiada.
"Nah, karena semasa hidupnya Vidi selalu hadir bagi banyak orang sehingga dikenal sebagai Duta Persahabatan, maka ketika beliau wafat itu, mestinya selalu hadir di momen-momen terpenting dalam hidup beliau," lanjut Habib Jafar.
Pelaksanaan tahlil dan doa bersama ini merupakan wujud nyata dari kehadiran para sahabat untuk mengiringi kepergian almarhum secara islami. Kegiatan tersebut difokuskan untuk memohon ampunan dan tempat terbaik bagi Vidi di akhirat.
"Yaitu ketika beliau sudah wafat, yaitu dengan kehadirannya sebagaimana diajarkan dalam Islam seperti yang kita bikin saat ini, yaitu tahlil 40 hari di antaranya bersama mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa," ujar Habib Jafar.
Banyaknya doa yang mengalir dianggap sebagai buah dari benih kebaikan yang telah ditanamkan oleh pelantun lagu Nuansa Bening tersebut. Habib Jafar melihat fenomena ini sebagai bentuk timbal balik atas ketulusan Vidi semasa masih hidup di dunia.
"Ini sebenarnya balasan dari apa yang telah ditanam oleh Vidi, bahwa beliau itu selalu hadir bagi khususnya sahabat-sahabatnya, sehingga ketika beliau sudah wafat, kita yang hadir untuk beliau dalam ziarah, dalam tahlil, ataupun dalam doa," ungkap Habib Jafar.
Hubungan perkenalan antara Habib Jafar dan Vidi sendiri telah terjalin selama beberapa tahun sebelum sang penyanyi mengembuskan napas terakhir. Pertemuan intensif mereka biasanya terjadi di sela-sela kesibukan produksi konten digital.
"Saya sebenarnya baru mengenal tiga, empat tahun sebelum beliau wafat. Itu pun karena beliau punya program di Vidi.co dan saya juga sering syuting di sana, jadi sering ketemu di sela-sela syuting," jelas Habib Jafar.
Ketegaran Vidi dalam menghadapi penyakit kronis yang dideritanya menjadi poin yang sangat menginspirasi bagi Habib Jafar. Meski secara fisik mengalami tekanan yang berat, almarhum tetap berusaha membagikan energi positif kepada orang-orang sekelilingnya.
"Beliau sosok yang hangat, kemudian di tengah beratnya hidup Vidi, dengan rasa sakit di tubuhnya, dengan bayangan sakit yang sulit untuk disembuhkan pada saat itu, tapi Vidi itu tetap senyum dan membuat senyum orang lain. Itu sesuatu yang memukau," tutur Habib Jafar.
Pengorbanan diri untuk menutupi rasa sakit demi menjaga keceriaan orang lain membuat Habib Jafar memberikan perumpamaan khusus bagi mendiang. Vidi dinilai lebih memilih menderita sendiri daripada membuat teman-temannya merasa khawatir.
"Dia seolah-olah menjadi martir yang merelakan rasa sakit yang dia rasakan untuk dikonsumsi diri sendiri, tapi kepada orang lain dia seolah-olah baik-baik saja," kata Habib Jafar.
Dinamika pertemanan mereka juga diwarnai dengan keterbukaan yang jujur, di mana Vidi lebih suka diperlakukan sebagai sahabat yang setara daripada dikasihani karena kondisinya. Semangat positif almarhum menjadi daya tarik utama dalam hubungan sosialnya.
"Vidi selalu menganggap justru 'gue butuhnya ini, orang yang hadir tidak mengasihani gue, tapi hadir sebagai sahabat gue yang melihat gue sebagai sosok yang sehat, yang ceria, yang kuat, dan yang positif'," ujar Habib Jafar.
Antusiasme pelayat yang hadir, baik secara fisik di lokasi maupun melalui kanal daring, disebut sebagai bukti nyata kesalehan sosial almarhum. Ratusan hingga ribuan orang tercatat memberikan kesaksian atas kebaikan perilaku Vidi selama ini.
"Dalam perspektif Islam, itu adalah simbol bahwa insyaAllah almarhum orang baik. Kita melihat dari awal pemakamannya sampai sekarang, ada ratusan orang yang hadir di offline, kemudian ada ribuan bahkan yang hadir secara online," jelas Habib Jafar.
Kehadiran para pelayat yang tulus diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi almarhum di alam sana sebagaimana almarhum telah membahagiakan orang lain selama hidupnya.
"Karena semua bersaksi bahwa beliau itu orang baik, semua tulus mendoakan, semua tulus hadir, semua tulus ingin membahagiakan Vidi dalam wafatnya sebagaimana Vidi membahagiakan banyak orang dalam hidupnya," pungkas Habib Jafar.