Garuda Indonesia Pertahankan Peringkat Kredit idBBB dari PEFINDO

Garuda Indonesia Pertahankan Peringkat Kredit idBBB dari PEFINDO
Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia Pertahankan Peringkat Kredit idBBB dari PEFINDO.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berhasil mempertahankan peringkat kredit idBBB dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) pada Selasa (5/5/2026). Capaian ini menunjukkan keberhasilan maskapai dalam memperbaiki fondasi keuangan di tengah fase transformasi bisnis dan dinamika industri penerbangan global, sebagaimana dilansir dari Money.

Peringkat idBBB yang diberikan oleh PEFINDO berlaku untuk periode 15 April 2026 hingga 1 April 2027. Evaluasi ini didasarkan pada laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, yang mencerminkan profil kredit stabil serta kemampuan perseroan dalam memenuhi komitmen finansial jangka panjang.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menyatakan bahwa pemeliharaan peringkat ini merupakan hasil dari langkah efisiensi biaya dan optimalisasi pendapatan yang dilakukan secara terukur. Hal ini dianggap sebagai indikator bahwa arah transformasi perusahaan sudah berada pada jalur yang tepat.

"Pemeliharaan peringkat ini mencerminkan penguatan fundamental keuangan yang kami jalankan secara konsisten dan terukur mulai dari pengelolaan likuiditas, efisiensi biaya, hingga optimalisasi pendapatan," ujar Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro, melalui keterangan pers, Selasa (5/5/2026).

Ia menambahkan bahwa stabilitas peringkat ini mencerminkan kepercayaan pemangku kepentingan terhadap manajemen risiko perusahaan. Thomas juga menekankan pentingnya mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tekanan industri global.

"Di tengah tekanan industri global yang masih berlanjut, capaian ini menjadi sinyal bahwa arah transformasi kami sudah on the track," lanjut dia.

Manajemen Garuda Indonesia menjalankan enam pilar transformasi utama yang mencakup peningkatan pengalaman pelanggan, penguatan merek, hingga digitalisasi. Langkah-langkah strategis ini bertujuan untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kompetitif dalam jangka panjang.

Kinerja keuangan maskapai pada tahun 2025 menunjukkan hasil positif dengan posisi ekuitas mencapai 91,9 juta dollar AS atau setara Rp 1,47 triliun. Likuiditas perusahaan juga menguat dengan posisi kas dan setara kas yang meningkat signifikan.

Posisi Keuangan Garuda Indonesia Per 31 Desember 2025
Indikator KeuanganNilai (Dollar AS)Nilai (Rupiah)
Ekuitas91,9 Juta1,47 Triliun
Kas dan Setara Kas943,4 Juta15,09 Triliun

Meskipun terdapat potensi prospek negatif akibat situasi geopolitik global, perusahaan tetap optimis dapat menjaga kelangsungan usaha melalui disiplin operasional yang ketat. Thomas menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperbaiki kesehatan struktur finansial.

"Kami akan terus menjaga momentum perbaikan kinerja ini secara konsisten," kata Thomas.

Upaya transformasi operasional terus difokuskan pada penguatan aspek modal manusia dan pembaruan sistem digital. Inisiatif-inisiatif ini dirancang agar perusahaan lebih tangguh menghadapi volatilitas ekonomi di masa mendatang.

"Fokus kami tidak hanya pada stabilitas jangka pendek, tetapi juga memastikan keberlanjutan bisnis melalui struktur keuangan yang semakin sehat dan resilient melalui berbagai inisiatif yang kami jalankan," tutupnya.

Artikel terkait

Rekomendasi