Garuda Indonesia Pangkas Kerugian Menjadi US$41,62 Juta Kuartal I-2026

Garuda Indonesia Pangkas Kerugian Menjadi US$41,62 Juta Kuartal I-2026
Foto: Ilustrasi Garuda Indonesia Pangkas Kerugian Menjadi US$41,62 Juta Kuartal I-2026.

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) berhasil memangkas kerugian bersih sebesar 45,2 persen menjadi US$41,62 juta pada kuartal I-2026. Capaian ini menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan kerugian US$75,93 juta, sebagaimana dilansir dari Investor Daily.

Pengurangan nilai kerugian tersebut ditopang oleh kenaikan trafik penumpang sebesar 6,76 persen secara tahunan atau mencapai 5,42 juta orang. Pertumbuhan ini selaras dengan peningkatan frekuensi penerbangan yang tumbuh 5,87 persen menjadi 19.337 penerbangan selama tiga bulan pertama tahun 2026.

Secara konsolidasi, pendapatan usaha maskapai pelat merah ini menguat 5,36 persen menjadi US$762,35 juta. Sektor penerbangan berjadwal menjadi penyumbang utama dengan pertumbuhan 7,36 persen atau senilai US$648,10 juta dibandingkan kuartal I-2025 yang hanya mencapai US$603,69 juta.

Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan menilai hasil ini merupakan sinyal positif atas konsistensi penguatan operasional. Perseroan saat ini terus berfokus pada perbaikan fundamental bisnis yang dilakukan secara bertahap untuk menjaga keberlangsungan layanan.

ÔÇ£Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap,ÔÇØ jelas Glenny.

Manajemen menekankan bahwa efisiensi dan disiplin biaya menjadi kunci dalam proses transformasi tersebut. Selain itu, optimalisasi jaringan penerbangan dan digitalisasi operasional dilakukan guna mendukung target pertumbuhan jangka panjang yang lebih sehat.

ÔÇ£Transformasi yang dijalankan saat ini merupakan proses rebuilding fundamentals yang dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan Garuda Indonesia Group dapat tumbuh dengan fondasi bisnis yang lebih sehat, agile, dan sustainable dalam jangka panjang,ÔÇØ imbuh Glenny.

Pada aspek operasional, Garuda Indonesia mencatatkan peningkatan ketepatan waktu penerbangan (OTP) dari 87,93 persen menjadi 91,01 persen. Hingga akhir Maret 2026, perseroan telah mengoperasikan 102 armada yang siap melayani penumpang dalam program return-to-service secara bertahap.

Berdasarkan data operasional, Garuda Indonesia mengangkut 2,47 juta penumpang, sementara entitas anak Citilink berkontribusi sebanyak 2,94 juta penumpang. Di sisi manajerial, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada Rabu (13/5/2026) telah menetapkan perombakan pengurus perusahaan.

Susunan Pengurus Baru PT Garuda Indonesia Tbk per 13 Mei 2026
JabatanNama Pengurus
Direktur UtamaGlenny Kairupan
Direktur Human Capital & Corporate ServiceFrans Dicky Tamara
KomisarisSugito Anjasmoro

Artikel terkait

Rekomendasi