Dunia Mencekam Studio Rilis Film Horor Songko pada 23 April 2026

Dunia Mencekam Studio Rilis Film Horor Songko pada 23 April 2026
Foto: Ilustrasi Dunia Mencekam Studio Rilis Film Horor Songko pada 23 April 2026.

Rumah produksi Dunia Mencekam Studio bersama Santara dijadwalkan merilis film horor terbaru berjudul Songko di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis, 23 April 2026. Karya layar lebar ini mengangkat legenda masyarakat Minahasa tentang makhluk misterius yang mengincar darah perempuan muda di sebuah desa terpencil.

Kisah film ini mengambil latar waktu tahun 1986 di Tomohon, Sulawesi Utara, yang menggambarkan kepanikan warga akibat rangkaian kematian misterius. Dilansir dari Detikcom, proses produksi film ini melibatkan banyak talenta lokal guna menjaga autentisitas cerita dan budaya yang diangkat.

Aktris Imelda Therinne yang memerankan tokoh Helsye mengungkapkan ketertarikannya pada naskah yang ditulis oleh sutradara Gerald Mamahit. Ia menyebutkan bahwa tantangan terbesar selama syuting adalah penggunaan dialek Manado yang mendominasi dialog dalam film tersebut.

"Bahasa tuh 80% bahasa Manado! Yes. Dan ternyata ya emang bahasa tuh susah-susah gampang. Cuman karena banyak cece-cece Manado di sini yang ngebantu sekali," kata Imelda Therinne, Pemeran Helsye. Selain kendala bahasa, para kru dan pemain juga harus beradaptasi dengan suhu dingin ekstrem di lokasi syuting di kawasan Tomohon.

Pemeran utama lainnya, Anneth Edoarda, mengaku memiliki ikatan emosional kuat dengan proyek ini karena dirinya lahir dan besar di Manado. Anneth yang memerankan karakter Mikha berusia 17 tahun harus melakukan riset suara agar sesuai dengan karakter remaja meski aslinya ia telah berusia 26 tahun.

Aktor Khiva Iskak juga turut terlibat dengan memerankan karakter seorang Romo. Untuk mendalami peran tersebut, Khiva yang merupakan seorang Muslim melakukan riset mendalam melalui keluarganya yang menganut Katolik guna mempelajari sikap dan cara berbicara seorang pemuka agama tersebut secara tepat.

Sutradara Gerald Mamahit menjelaskan bahwa Songko tidak hanya menonjolkan aspek ketakutan dari makhluk mitos, tetapi juga mengeksplorasi sisi gelap manusia. Konflik dalam cerita berkembang saat warga desa mulai kehilangan rasa percaya satu sama lain di tengah teror yang melanda permukiman mereka.

Produksi film ini juga mencatat keunikan dengan membangun set desa secara utuh dari nol di kaki Gunung Lokon. Sekitar 60 persen dari total pemain dan kru yang terlibat merupakan putra daerah setempat guna memperkuat nuansa lokalitas dalam setiap adegan yang diambil.

Pihak produser menyatakan bahwa film ini merupakan bagian dari visi untuk mengangkat kekayaan cerita daerah Indonesia ke tingkat nasional. Setelah mengadakan gala premiere di Jakarta pada awal pekan ini, rangkaian promosi akan dilanjutkan dengan pemutaran perdana di Manado sebelum tayang serentak secara umum.

Artikel terkait

Rekomendasi