Industri layar lebar kembali diguncang oleh kekuatan sang King of Pop melalui film biopik terbaru produksi Lionsgate berjudul Michael (2026). Film ini secara resmi telah menembus angka pendapatan fantastis sebesar USD 424 juta atau sekitar Rp 7,3 triliun di seluruh dunia hanya dalam waktu 14 hari sejak dirilis.
Dikutip dari Detikcom, pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan komersial biasa, melainkan sebuah pernyataan bahwa daya tarik Michael Jackson tetap tak tergoyahkan. Hal ini tetap terbukti meskipun terdapat berbagai kontroversi yang menyelimuti proses produksinya.
Berdasarkan data terbaru hingga akhir pekan kedua, film Michael diproyeksikan menutup angka di USD 423,9 juta. Secara mendetail, pendapatan ini dibagi menjadi dua pasar utama yakni pasar domestik Amerika Utara yang berhasil mengumpulkan USD 183,3 juta.
Sementara itu, pasar internasional menyumbang porsi lebih besar dengan total USD 240,6 juta. Kecepatan film ini dalam meraup angka tersebut sangat mengejutkan para analis industri yang sebelumnya memiliki proyeksi lebih rendah.
Pada awalnya, banyak pihak memprediksi bahwa film ini hanya akan dibuka dengan angka global di kisaran USD 150 juta. Namun, antusiasme penonton di seluruh dunia, mulai dari Asia hingga Eropa, membuat proyeksi tersebut terlihat terlalu rendah.
Dengan total pendapatan saat ini, Michael secara resmi telah menggeser posisi beberapa film musikal paling ikonik dalam sejarah sinema tanpa penyesuaian inflasi. Film yang dibintangi oleh Jaafar Jackson ini kini duduk di peringkat ke-30 dalam daftar film musikal terlaris sepanjang masa.
Pencapaian ini telah melewati angka pendapatan dari judul-judul legendaris seperti The Sound of Music senilai USD 286,2 juta dan Chicago sebesar USD 306,8 juta. Selain itu, film ini juga melampaui pendapatan film animasi asli Disney, Mulan, serta Snow White and the Seven Dwarfs.
Hanya ada satu biopik musikal lain yang masih berdiri tegak di depan Michael dalam hal pendapatan total, yaitu Bohemian Rhapsody yang mengantongi USD 911 juta. Namun, mengingat Michael baru tayang selama dua minggu, banyak pengamat yakin selisih tersebut akan terus mengecil.
Menariknya, kesuksesan besar ini terjadi di tengah ulasan kritikus yang cukup terbelah mengenai cara narasi menangani aspek kontroversial hidup Jackson. Sebaliknya, skor audiens di berbagai platform tetap tinggi yang membuktikan adanya loyalitas penggemar yang sangat kuat.
Penampilan Jaafar Jackson, yang merupakan keponakan kandung Michael, mendapat pujian luas dari berbagai pihak. Ia dianggap berhasil menghidupkan kembali gestur, suara, dan karisma sang paman dengan sangat presisi dalam setiap adegan.
Jika tren positif ini berlanjut tanpa penurunan tajam di akhir pekan ketiga, Michael diprediksi akan segera menyentuh angka USD 500 juta. Target besar berikutnya adalah melampaui pendapatan film Wicked sebesar USD 758,7 juta untuk mengamankan posisi di jajaran 10 besar.
Para pelaku industri kini mengamati dengan saksama apakah film ini akan mampu menembus angka keramat USD 1 miliar. Jika target tersebut tercapai, hal ini akan menjadi bukti mutlak bahwa genre biopik musik telah mencapai standar emas baru di era modern.