FIFA Pastikan Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia 2026

FIFA Pastikan Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi FIFA Pastikan Iran Tetap Berlaga di Piala Dunia 2026.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengonfirmasi bahwa tim nasional Iran tetap akan berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat. Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Teheran dengan Washington selaku salah satu tuan rumah kejuaraan tersebut.

Kepastian keikutsertaan skuad asuhan Mehdi Taremi dan kawan-kawan tetap dijamin oleh otoritas sepak bola tertinggi dunia meskipun terdapat desakan dari berbagai pihak untuk mencoret mereka. Dilansir dari Detik Sport, posisi Iran di turnamen empat tahunan ini sempat dipertanyakan akibat konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat.

Presiden FIFA Gianni Infantino menekankan bahwa sepak bola harus menjadi sarana untuk menyatukan perbedaan antarnegara. Ia memberikan jaminan bahwa Iran akan tetap menginjakkan kaki di lapangan hijau Amerika Serikat sesuai jadwal yang telah ditentukan.

"Tentu saja, Iran akan bertanding di Amerika Serikat. Alasannya sederhana, karena kita harus bersatu. Kita harus mendekatkan orang-orang," kata Infantino, mengutip BBC.

Donald Trump turut memberikan tanggapan mengenai polemik partisipasi negara Timur Tengah tersebut saat ditemui di Ruang Oval. Ia menyatakan tidak berkeberatan jika Iran tetap berkompetisi dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pihak penyelenggara.

"Tahukah Anda? Biarkan saja mereka bermain," kata Trump, menanggapi pertanyaan seorang wartawan di Ruang Oval, melansir Anadolu Agency.

Trump juga menyinggung hubungan baiknya dengan pimpinan FIFA dan mengaku telah mendiskusikan persoalan tersebut sebelumnya. Ia memberikan kebebasan kepada federasi internasional untuk menentukan komposisi peserta tanpa intervensi langsung.

"Gianni (Infantino) luar biasa. Dia teman saya, dan dia sudah membicarakan hal ini. Saya bilang, 'Lakukan saja apa pun yang kamu mau. Kamu boleh membiarkan mereka ikut, atau kamu tidak perlu menyertakannya. Mungkin mereka punya tim yang bagus," kata Trump.

Sebelumnya, desakan untuk mengganti posisi Iran dengan Italia sempat muncul dari utusan Donald Trump, Paolo Zampolli. Tekanan politik juga terlihat dari kebijakan Kanada yang menolak masuknya Presiden Federasi Iran, Mehdi Taj, dalam Kongres FIFA di Vancouver karena tuduhan afiliasi dengan organisasi tertentu.

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, turut memperketat pengawasan terhadap delegasi Iran yang akan masuk ke wilayahnya. Rubio secara tegas melarang masuknya individu-individu yang teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) selama perhelatan Piala Dunia berlangsung.

Artikel terkait

Rekomendasi