Pemeran sinetron Fanny Fadillah memberikan klarifikasi terkait kondisi tempat tinggalnya yang kini sedang dalam proses lelang oleh pihak bank di Jakarta pada Senin (13/4/2026). Langkah tersebut diambil setelah sang aktor mengalami kendala dalam melunasi cicilan utang selama beberapa tahun terakhir.
Kondisi finansial Fanny mulai memburuk sejak tahun 2024 akibat minimnya tawaran pekerjaan di industri hiburan. Melalui penjelasannya yang dilansir dari Detik Hot, ia menegaskan bahwa status rumah tersebut bukan disita secara paksa, melainkan sedang diproses melalui mekanisme lelang oleh bank.
Awalnya, bintang sitkom Bajaj Bajuri ini telah menjual aset pribadi berupa motor dan mobil untuk menutupi kebutuhan hidup. Ia kemudian memutuskan menjaminkan rumahnya ke bank dengan harapan mendapatkan dana segar untuk bertahan hidup sembari menunggu pekerjaan baru.
"Bukan disita sama bank, jadi saya jelaskan ya. Saya kan, memang sudah gak punya usaha lain selain mengandalkan menjadi pemain sinetron," kata Fanny Fadillah, Aktor, saat memberikan keterangan di salah satu program televisi swasta.
Fanny mengaku telah menyisihkan dana dari hasil pinjaman tersebut untuk membayar cicilan selama satu tahun. Namun, karena ketiadaan pemasukan tambahan hingga memasuki tahun 2026, ia akhirnya kesulitan memenuhi kewajiban pembayaran bulanan kepada pihak bank.
Pihak perbankan disebut telah bersikap kooperatif dengan menginformasikan jumlah tunggakan sebelum memulai prosedur lelang. Meskipun proses hukum atas aset properti tersebut sedang berjalan, Fanny beserta keluarganya dilaporkan masih menghuni rumah tersebut untuk sementara waktu.
Setelah proses lelang rampung dan kepemilikan bangunan berpindah tangan, Fanny berencana membawa anak-anaknya untuk pindah ke rumah kontrakan. Ia menyatakan tetap berupaya mencari solusi terbaik bagi masa depan keluarganya di tengah kesulitan ekonomi yang menimpanya.