Pembalap Yamaha Fabio Quartararo mengungkapkan kesulitan besar saat menjalani balapan MotoGP Catalunya 2026 akibat terjadinya dua insiden kecelakaan parah. Balapan yang berlangsung kacau tersebut diwarnai oleh berkibarannya bendera merah sebanyak dua kali serta banjir sanksi penalti bagi para pembalap.
Kekacauan di lintasan bermula ketika motor Pedro Acosta mengalami gangguan teknis. Alex Marquez yang berada di belakangnya tidak mampu menghindar sehingga menyenggol bagian ekor motor Acosta, lalu jatuh berguling-guling hingga menabrak dinding pembatas jalan.
Insiden tersebut turut berdampak pada Fabio Di Giannantonio yang terkena hantaman roda lepas dari motor Alex Marquez, seperti dilansir dari Detik Sport. Setelah bendera merah pertama dikibarkan dan balapan dimulai kembali, tabrakan beruntun langsung terjadi di tikungan pertama yang melibatkan Johann Zarco, Luca Marini, dan Francesco Bagnaia.
Zarco bahkan sempat tersangkut di kendaraan Bagnaia dan terseret menuju area gravel hingga memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera merah untuk kedua kalinya. Setelah situasi kondusif dan balapan dilanjutkan kembali, Fabio Di Giannantonio akhirnya keluar sebagai pemenang, sementara Quartararo menyentuh garis finis di posisi kelima.
"Tidak mudah untuk restart balapan setelah melintasi jembata di tikungan 10, melihat ke Alex tergeletak di tanah," ujar rider Yamaha Fabio Quartararo.
Pembalap asal Prancis tersebut mengaku merasa ngeri melihat dampak dari kecelakaan tersebut di lintasan. Dia juga menegaskan ketidaksukaannya terhadap prosedur start ulang yang dianggapnya sebagai momen paling berisiko dalam balapan.
"Saya merinding. Lalu restart yang kedua, hal paling berbahaya itu start dan saya tak menyukainya."
Kendati dihadapkan pada situasi balapan yang mencekam, Quartararo tetap menyampaikan simpatinya kepada para sejawatnya yang menjadi korban cedera dalam insiden tersebut.
"Tapi saya harap, dan saya berdoa, semua pebalap yang cedera bisa segera pulih, Jadi, itu bukan hari yang mudah," imbuh pebalap yang finis kelima itu.