Tiga anggota grup K-pop EXO yang tergabung dalam sub-unit CBX, yakni Chen, Baekhyun, dan Xiumin, melayangkan surat pemberitahuan pembatalan kontrak kepada agensi INB100 sejak akhir Maret 2026. Langkah hukum ini diambil menyusul adanya laporan terkait masalah pembayaran honor yang macet dan dugaan pelanggaran kontrak oleh pihak manajemen.
Dilansir dari Detikcom yang mengutip laporan THE FACT pada 10 April 2026, surat resmi tersebut ditujukan langsung kepada CEO INB100, Cha Ga Won. Selain menuntut pemutusan hubungan kerja, para artis juga meminta klarifikasi mendalam mengenai rincian gaji mereka yang hingga kini belum dilunasi oleh perusahaan.
Pihak EXO-CBX sebelumnya telah memberikan tenggat waktu selama dua minggu bagi manajemen untuk memberikan penjelasan resmi. Namun, ketidaksesuaian respons dari pihak agensi memicu dimulainya proses pembatalan kontrak secara hukum oleh ketiga penyanyi tersebut.
Menanggapi situasi tersebut, manajemen yang dipimpin Cha Ga Won menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya menormalkan operasional agensi. Mereka juga menjanjikan akan segera menyelesaikan kewajiban pembayaran yang tertunda kepada para artis di bawah naungan mereka.
"Kami sedang mencari solusi terbaik untuk situasi ini, apakah lewat investasi tambahan atau dana pribadi," kata pihak Cha Ga Won mengenai langkah penyelesaian krisis keuangan perusahaan.
INB100 pada awalnya didirikan secara mandiri oleh Baekhyun setelah meninggalkan SM Entertainment sebelum akhirnya diakuisisi oleh perusahaan ONE HUNDRED. Saat ini, Cha Ga Won selaku pemegang saham terbesar juga dilaporkan tengah menghadapi persoalan hukum terkait dugaan penipuan kontrak kekayaan intelektual.
Krisis internal ini juga berdampak pada artis lain di bawah naungan grup manajemen yang sama, termasuk BPM (Big Planet Made). Sebelum polemik EXO-CBX mencuat, penyanyi Lee Seung Gi dan Taemin dilaporkan telah lebih dulu memutuskan untuk hengkang dari agensi tersebut.