Erin Taulany Siapkan Bukti CCTV Hadapi Laporan Dugaan Penganiayaan

Erin Taulany Siapkan Bukti CCTV Hadapi Laporan Dugaan Penganiayaan
Foto: Ilustrasi Erin Taulany Siapkan Bukti CCTV Hadapi Laporan Dugaan Penganiayaan.

Rien Wartia Trigina atau Erin menyatakan kesiapannya menghadapi laporan dugaan penganiayaan ringan terhadap mantan asisten rumah tangga (ART) bernama Hera di Polres Metro Jakarta Selatan pada akhir April 2026. Dilansir dari Detik Hot, mantan istri Andre Taulany ini mengeklaim memiliki bukti kuat berupa rekaman CCTV untuk membantah tuduhan tersebut.

Penegasan mengenai kesiapan proses hukum disampaikan langsung oleh Erin saat mendatangi kepolisian. Ia meyakini seluruh poin kekerasan yang dituduhkan tidak akan terbukti karena adanya pengawasan kamera di kediamannya.

"Sangat siap sekali karena saya punya buktinya semua," kata Erin.

Kuasa hukum Erin, Sunan Kalijaga, menjelaskan bahwa kliennya berkomitmen mengikuti seluruh prosedur hukum yang berlaku. Namun, ia memberikan catatan penting bahwa laporan tindak pidana penganiayaan memerlukan pemenuhan komponen bukti medis yang sah sebelum dapat diproses lebih lanjut.

"Sebagai warga negara yang baik tentunya klien kami akan mengikuti mekanisme dan prosedur yang ada. Tapi perlu dipahami, katakanlah yang informasi kami terima mengenai penganiayaan itu kan tentu harus terpenuhinya komponen-komponen juga," tutur Sunan Kalijaga.

Pihak pembela menekankan bahwa kebenaran laporan tersebut harus diuji secara profesional oleh penyidik kepolisian. Sunan menambahkan bahwa kepastian hukum dalam kasus ini bergantung pada kehadiran saksi mata dan hasil pemeriksaan fisik korban.

"Harus bisa dibuktikan dengan adanya yang pertama itu visum, yang kedua saksi gitu loh. Jadi saya kira kami yakin dan percaya bahwa Kepolisian Indonesia itu sangat profesional dan presisi dalam hal ini. Ketika visum itu juga diperiksa apakah ada atau tidak," ujar Sunan Kalijaga.

Erin juga memberikan tanggapan terkait reaksi negatif dari publik di media sosial mengenai perselisihannya dengan mantan pekerja tersebut. Ia berargumen bahwa tindakan memberikan teguran keras adalah bentuk perlindungan orang tua terhadap privasi anak-anaknya yang diduga telah dilanggar.

"Ya cobalah apa maksudnya dipahami ini semua. Maksud saya bagaimana sih maksudnya seorang tuan rumah yang punya rumah dan melindungi anaknya tapi data pribadi semua di-share, coba bagaimana ibu-ibu yang mana yang tidak berkenan," ucap Erin.

Konflik ini bermula saat Hera melaporkan Erin dengan tuduhan pemukulan menggunakan gagang sapu serta tendangan. Erin membantah tuduhan itu dan telah melaporkan balik Hera atas dugaan pelanggaran data pribadi karena merekam area rumah serta mengunggah foto anak majikan tanpa izin.

Artikel terkait

Rekomendasi