Empat Negara Catat Sejarah Lolos Perdana ke Piala Dunia 2026

Empat Negara Catat Sejarah Lolos Perdana ke Piala Dunia 2026
Foto: Ilustrasi Empat Negara Catat Sejarah Lolos Perdana ke Piala Dunia 2026.

Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Utara menandai babak baru dalam sejarah sepak bola dengan bertambahnya jumlah peserta menjadi 48 tim. Penambahan kuota ini bertujuan untuk menciptakan kompetisi yang lebih inklusif bagi negara-negara di seluruh dunia.

Seperti dikutip dari Suara, kebijakan ekspansi tersebut membuka jalan bagi empat negara untuk mencatatkan debut di putaran final. Empat negara yang sukses meraih tiket bersejarah tersebut adalah Cape Verde, Yordania, Curacao, dan Uzbekistan.

Cape Verde mencuri perhatian setelah keluar sebagai juara Grup D dalam kualifikasi zona Afrika. Negara kepulauan kecil ini tercatat sebagai salah satu peserta dengan jumlah populasi paling sedikit yang pernah tampil di ajang paling bergengsi ini.

Bek Cape Verde, Roberto Pico Lopes, mengungkapkan betapa emosionalnya momen ketika timnya memastikan kemenangan 3-0 atas Eswatini. Persiapan tim berjuluk The Blue Sharks ini kental dengan nuansa budaya lokal, mulai dari iringan musik tradisional funana hingga sajian khas cachupa.

"Saya seharusnya tidur siang sebelum pertandingan, tetapi salah satu pemain memutar musik dengan pengeras suara," ujar Roberto Pico Lopes.

Sementara itu, Curacao memegang predikat sebagai negara terkecil berdasarkan jumlah penduduk yang berhasil melaju ke putaran final. Negara di kawasan Karibia ini memanfaatkan momentum absennya sejumlah tim besar di zona CONCACAF.

Tiket bersejarah diraih melalui laga dramatis melawan Jamaika yang diwarnai pembatalan penalti lawan oleh VAR. "Jantung saya berhenti beberapa detik ketika mereka mendapat penalti, tetapi VAR membatalkannya," kata Brenton Balentien, pemimpin kelompok suporter Curacao.

Kebangkitan Uzbekistan dan Kekuatan Yordania

Uzbekistan akhirnya berhasil mengakhiri penantian panjang mereka untuk berlaga di panggung dunia. Tim asal Asia Tengah ini tampil sangat dominan sepanjang babak kualifikasi tanpa tersentuh kekalahan pada putaran kedua.

Di bawah kendali pelatih Fabio Cannavaro, Uzbekistan kini dipandang sebagai calon tim kuda hitam yang berpotensi menyulitkan lawan. Gelandang muda Abbos Fayzullaev diprediksi akan menjadi pemain kunci yang akan mencuri perhatian di Amerika Utara nanti.

"Sepak bola tidak diragukan lagi adalah olahraga paling dicintai di Uzbekistan," tutur Jaloliddin Makhmudov, salah satu pendukung setia Uzbekistan.

Yordania juga mengukir pencapaian serupa setelah menumbangkan Oman dengan skor telak 3-0. Performa gemilang mereka pada ajang Piala Asia 2023 sebelumnya telah menjadi sinyal kebangkitan sepak bola negara yang terkenal dengan situs warisan dunia Petra tersebut.

Nama Mousa Al-Tamari menjadi sosok paling menonjol berkat kecepatan luar biasa yang dimilikinya di lapangan. Dukungan penuh dari sekitar 11,5 juta penduduk Yordania menyertai langkah tim nasional mereka menuju debut perdana di ajang sepak bola internasional paling bergengsi.

"Mousa Al-Tamari dan kecepatannya yang luar biasa harus menjadi nama pertama yang diingat saat membicarakan Yordania," ujar Zaid Al Atiyat, seorang suporter Yordania.

Kehadiran empat negara debutan ini menegaskan bahwa persaingan sepak bola global kini semakin merata. Dampak positif dari keberhasilan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kualitas sepak bola di wilayah masing-masing negara peserta.

Artikel terkait

Rekomendasi