Emiten Perbankan Catat Pertumbuhan Laba Kuat Jelang Akhir Tahun

Emiten Perbankan Catat Pertumbuhan Laba Kuat Jelang Akhir Tahun
Foto: Ilustrasi Emiten Perbankan Catat Pertumbuhan Laba Kuat Jelang Akhir Tahun.

Saham emiten di sektor perbankan diprediksi tetap menjadi pilihan utama investor hingga penghujung tahun ini. Kondisi tersebut didorong oleh performa penyaluran kredit dan capaian laba yang semakin solid mendekati kuartal terakhir.

Dilansir dari Investortrust, tingkat profitabilitas perusahaan perbankan diperkirakan bertahan kuat pada kuartal III-2023. Analis Sucor Sekuritas memproyeksikan tren positif ini berdasarkan laporan kinerja dari tujuh bank besar di Indonesia.

Ketujuh bank tersebut memegang kendali atas 65% total aset perbankan nasional. Secara akumulatif, kelompok bank ini berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 18% atau setara Rp 121,6 triliun sampai Agustus 2023.

Realisasi laba tersebut telah selaras dengan target pertumbuhan laba bersih tahunan yang dipatok pada angka 16%. Beberapa emiten bahkan mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan melampaui rata-rata industri.

Data menunjukkan BBCA, BMRI, BRIS, dan BNGA memimpin dengan pertumbuhan laba masing-masing sebesar 29%, 28%, 30%, dan 31%. Sementara itu, BBNI tumbuh 12%, disusul BBRI sebesar 4%, dan BBTN sebesar 1%.

Sektor kredit juga memperlihatkan akselerasi yang pesat dalam beberapa bulan terakhir dengan tingkat pertumbuhan mencapai 9,1%. Segmen kredit investasi dan konsumer menjadi penopang utama kenaikan tersebut.

"Pertumbuhan kredit investasi dan konsumer tersebut menunjukkan perekonomian domestik masih tangguh dan daya beli masyarakat tetap kuat di tengah ketidakpastian global," terang analis Sucor Sekuritas.

Ketahanan Margin Bunga dan Rasio Likuiditas

Meskipun biaya dana mengalami tren kenaikan, margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM) perbankan terpantau tetap mengalami peningkatan. Kondisi likuiditas perbankan nasional juga dinilai masih sangat longgar.

Rasio pinjaman terhadap simpanan atau Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 83%. Angka ini masih berada di bawah posisi sebelum pandemi Covid-19 yang biasanya berkisar antara 90% hingga 95%.

Posisi LDR yang rendah memberikan fleksibilitas bagi perbankan untuk mengelola biaya dana secara lebih efisien. Hal ini pada akhirnya turut memperkuat ketahanan NIM di tengah fluktuasi pasar keuangan global.

Rekomendasi Saham Pilihan

Melihat berbagai indikator fundamental yang positif tersebut, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk saham sektor perbankan. Fokus utama diberikan pada saham-saham dengan potensi pertumbuhan yang menarik.

BRIS dan BBNI menjadi dua pilihan teratas untuk dikoleksi oleh para investor. BRIS mendapatkan rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.540 per lembar saham.

Sementara itu, saham BBNI juga direkomendasikan beli dengan target harga menyentuh Rp 6.100. Analisis ini mempertegas posisi perbankan sebagai motor penggerak utama pasar modal Indonesia di tengah tantangan ekonomi.

Artikel terkait

Rekomendasi