Elon Musk Jadi Pusat Perhatian Delegasi CEO AS di Beijing

Elon Musk Jadi Pusat Perhatian Delegasi CEO AS di Beijing
Foto: Ilustrasi Elon Musk Jadi Pusat Perhatian Delegasi CEO AS di Beijing.

Elon Musk menjadi sorotan saat mendampingi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing untuk menemui Presiden Xi Jinping pada Kamis, 14 Mei 2026. Kehadiran bos Tesla tersebut menarik perhatian para pemimpin teknologi global lainnya yang berupaya menyelesaikan berbagai persoalan dengan pemerintah China.

Dilansir dari Detik iNET pada Jumat (15/5/2026), Musk merupakan bagian dari delegasi yang terdiri lebih dari selusin CEO dan eksekutif papan atas, termasuk Tim Cook dari Apple dan Jensen Huang dari Nvidia. Para petinggi perusahaan Amerika Serikat ini berupaya menjalin komunikasi strategis dengan otoritas di Beijing.

"ingin mencapai banyak hal baik di China" kata Musk, CEO Tesla dan SpaceX.

Pernyataan tersebut disampaikan Musk kepada wartawan saat keluar dari Balai Besar Rakyat setelah upacara penyambutan resmi kenegaraan. Di lokasi yang sama pada malam harinya, CEO Xiaomi Lei Jun menemui Musk untuk meminta foto bersama sebelum jamuan makan malam dimulai.

Lei Jun yang dikenal sebagai pengagum lama Musk bahkan telah memiliki unit Model S sejak awal mobil listrik tersebut masuk ke pasar China. Momen swafoto mereka sempat viral di media sosial karena ekspresi Musk yang tampak menarik napas sesaat sebelum kamera menangkap gambar mereka.

Selain bos Xiaomi, Tim Cook juga mendekati Musk untuk mengabadikan momen bersama di sela agenda tersebut. Dalam sesi foto itu, Cook berdiri di samping Musk yang sedang duduk sembari mengacungkan dua jempol tangannya ke arah kamera.

Peneliti teknologi dari Brookings Institution, Kyle Chan, menilai bahwa pengaruh Tesla tetap kuat di China meskipun persaingan kendaraan listrik lokal sangat ketat. Hal ini disebabkan oleh keselarasan visi teknologi antara Musk dengan prioritas strategis pemerintah China.

"Ketika Anda melihat prioritas teknologi Beijing, banyak di antaranya hampir selaras sempurna dengan prioritas Elon Musk" tutur Chan, Peneliti Teknologi China di Brookings Institution.

Chan menambahkan bahwa keselarasan tersebut mencakup berbagai bidang mulai dari kendaraan otonom, kecerdasan buatan, hingga satelit. Ia juga memberikan penegasan mengenai posisi teknologi kemudi otomatis milik Tesla di pasar domestik.

"Teknologi pengemudi otomatis Tesla masih dianggap sebagai standar industri di Negeri Tirai Bambu itu" ujar Chan, Peneliti Teknologi China di Brookings Institution.

Musk terus bermanuver secara hati-hati karena China merupakan pasar otomotif terbesar sekaligus pemasok rantai pasok penting bagi bisnis luar angkasa dan energinya. Hubungan Tesla dengan China sempat mengalami dinamika, termasuk saat perusahaan harus meminta maaf atas penanganan keluhan rem pelanggan pada pameran otomotif Shanghai tahun 2021.

Tesla juga sempat menghadapi larangan masuk ke area militer China pada tahun 2021 karena kekhawatiran keamanan terhadap kamera kendaraan. Larangan tersebut akhirnya dicabut pada tahun 2024 setelah Musk melakukan kunjungan langsung dan mendapatkan dukungan kepatuhan data dari asosiasi industri setempat.

Artikel terkait

Rekomendasi