Ekspansi Bisnis Grup Djarum ke Sektor Peternakan Susu Perah di Brebes

Ekspansi Bisnis Grup Djarum ke Sektor Peternakan Susu Perah di Brebes
Foto: Ilustrasi Ekspansi Bisnis Grup Djarum ke Sektor Peternakan Susu Perah di Brebes.

Bisnis.com, JAKARTA ÔÇö Ekspansi bisnis Grup Djarum ke sektor peternakan susu perah di Brebes berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru yang kuat di tengah tekanan berkepanjangan pada industri rokok nasional.

Langkah diversifikasi ini juga disebut sebagai sinyal pergeseran strategi konglomerasi menuju bisnis yang lebih defensif dan berorientasi jangka panjang.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Hari Rachmansyah menilai langkah ekspansi ke sektor agribisnis merupakan bagian dari repositioning strategis Grup Djarum dalam mendiversifikasi sumber pendapatan.

Tekanan struktural pada industri rokok akibat kenaikan cukai dan pergeseran pola konsumsi mendorong Grup Djarum untuk agresif diversifikasi. Menurut dia, langkah tersebut bukan sekadar ekspansi biasa, melainkan strategi derisking portofolio untuk mengurangi ketergantungan terhadap bisnis rokok.

ÔÇ£Ekspansi ke agribisnis adalah strategi derisking portofolio sekaligus peluang sinergi," kata Hari.

Hari menilai prospek industri susu domestik masih sangat besar mengingat Indonesia hingga kini masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Menurutnya, konsumsi susu masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah, sementara kapasitas produksi dalam negeri belum mampu mengejar permintaan pasar.

ÔÇ£Potensinya besar. Indonesia masih sangat bergantung pada impor susu, sementara konsumsi domestik terus meningkat seiring pertumbuhan kelas menengah,ÔÇØ ujarnya.

Hari mengatakan, dengan kapasitas produksi yang dapat mencapai ratusan ribu ton per tahun, Grup Djarum berpeluang menjadi pemain dominan di pasar susu segar domestik.

Dia menilai karakter bisnis susu yang berbasis kebutuhan primer membuat sektor ini lebih defensif dibanding industri rokok yang saat ini menghadapi tekanan struktural dari kenaikan cukai hingga perubahan pola konsumsi masyarakat.

ÔÇ£Karakteristik bisnis yang defensif dan berbasis kebutuhan primer menjadikan lini ini sebagai pilar pertumbuhan baru yang stabil dalam jangka panjang,ÔÇØ katanya.

Selain itu, ekspansi tersebut juga dinilai selaras dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya pada sektor susu dan peternakan sapi perah.

Meski prospeknya besar, Hari mengingatkan terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi Grup Djarum dalam mengembangkan bisnis susu skala besar.

Salah satu tantangan utama adalah periode pengembalian investasi atau payback period yang relatif panjang. Selain itu, industri peternakan sapi perah juga sangat sensitif terhadap fluktuasi harga pakan yang banyak dipengaruhi nilai tukar rupiah.

ÔÇ£Tantangan lainnya adalah risiko kebijakan impor susu serta kompleksitas membangun jaringan distribusi nasional yang efisien,ÔÇØ katanya.

Dia menambahkan, sensitivitas daya beli masyarakat terhadap harga produk susu juga menjadi faktor penting dalam menentukan strategi penetapan harga di pasar domestik.

Di sisi lain, Hari melihat Grup Djarum memiliki keunggulan besar dari sisi integrasi ekosistem bisnis. Jaringan distribusi grup dinilai dapat dimanfaatkan sebagai jalur pemasaran produk susu, sementara infrastruktur digital yang dimiliki GDP Venture berpotensi memperkuat efisiensi rantai pasok.

Tak hanya itu, dukungan kekuatan permodalan dari PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga dinilai mampu memberikan akses pembiayaan yang kompetitif untuk mempercepat pengembangan bisnis.

ÔÇ£Jika dieksekusi dengan baik, grup berpotensi membangun model industri susu terintegrasi dari hulu ke hilir yang sulit ditandingi kompetitor,ÔÇØ ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi