Denada dan Ressa Rizky Rossano Berdamai Usai Konflik Hubungan Keluarga

Denada dan Ressa Rizky Rossano Berdamai Usai Konflik Hubungan Keluarga
Foto: Ilustrasi Denada dan Ressa Rizky Rossano Berdamai Usai Konflik Hubungan Keluarga.

Penyanyi Denada dan putra kandungnya, Ressa Rizky Rossano, resmi mengakhiri ketegangan hubungan mereka setelah melakukan pertemuan yang didampingi oleh psikolog pada Selasa (14/4/2026). Dilansir dari Detik Hot, proses rekonsiliasi ini menjadi titik balik setelah keduanya sempat mengalami keretakan hubungan yang cukup serius.

Permasalahan bermula ketika Ressa merasa dirinya tidak dianggap dan dibuang sebagai anak oleh sang ibu. Namun, dalam pertemuan tersebut, Denada memberikan pengakuan bahwa Ressa adalah anak kandungnya dan menjelaskan alasan di masa lalu saat ia memutuskan untuk menitipkan putranya kepada kerabat.

Psikolog Intan Erlita yang mendampingi proses tersebut mengidentifikasi bahwa hambatan utama komunikasi mereka adalah minimnya transparansi. Penegasan mengenai akar masalah ini disampaikan Intan saat ditemui di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Jakarta Selatan.

"Ya, mungkin kan tadi belum adanya keterbukaan, ya," kata Intan Erlita kepada Detikcom di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan pada Selasa (14/4/2026).

Intan menambahkan bahwa seiring berjalannya waktu, kejujuran mulai mengalir di antara ibu dan anak tersebut sehingga konflik yang membelit perlahan mulai terselesaikan dengan baik.

"Tapi kan begitu sekarang semuanya terbuka dan udah mulai ada kejujuran, akhirnya satu per satu kekusutan itu jadi lurus, kan. Dan akhirnya, ya sekarang kita bisa lihat sama-sama, insyaallah happy ending," ungkapnya.

Menurut pandangan psikologisnya, tidak ada pemicu tunggal atau momen instan yang memaksa mereka untuk saling terbuka. Intan melihat bahwa kembalinya kedekatan antara orang tua dan anak merupakan sebuah proses yang terjadi secara alamiah.

"Ya karena pada akhirnya hubungan ibu dan anak gak ada yang bisa menghalangi, ya. Dan maksud aku, ya ini memang sesuatu yang natural, sesuatu yang harus kita support," bebernya.

Selain itu, ia memberikan catatan bahwa perselisihan dalam sebuah institusi keluarga adalah fenomena yang lumrah terjadi. Solusi terbaik menurutnya tetap bersandar pada mekanisme saling memaafkan antaranggota keluarga.

"Dan ini sebenarnya konflik keluarga gitu, yang harusnya memang di antara keluarga pasti ada masalah, gitu. Tapi insyaallah kalau antar keluarga saling memaafkan lah, happy ending, ya," pungkasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi