Penyanyi Denada memberikan klarifikasi tegas terkait spekulasi identitas ayah biologis putranya, Ressa Rizky, dalam acara televisi FYP TRANS7 pada Jumat (10/4/2026). Ia secara resmi membantah keterlibatan sejumlah nama figur publik yang selama ini dikaitkan oleh netizen dengan masa lalunya.
Spekulasi yang berkembang di masyarakat sempat menyeret nama musisi Iwa K hingga aktor Teuku Ryan. Sebagaimana dilansir dari Detik Hot, Denada merasa perlu meluruskan kabar tersebut demi menjaga nama baik rekan-rekan sesama artis yang terkena dampak rumor.
"Aku mau meminta maaf dulu sebelumnya karena banyak sekali kayaknya yang jadi spekulasi ke beberapa nama. Minta maaf ya, bukan Iwa K, bukan Teuku Ryan," kata Denada saat memberikan pernyataan emosional di studio tersebut.
Selain kedua nama tersebut, pelantun lagu lagu-lagu populer ini juga menepis kabar burung yang mengaitkan sosok Adjie Pangestu. Penegasan serupa disampaikan kepada pihak keluarga politisi Amien Rais yang turut terseret dalam perbincangan liar di media sosial.
Penyanyi ini memastikan bahwa ayah dari anaknya merupakan warga negara Indonesia, meski identitas detailnya tetap dirahasiakan. Keputusan untuk menutup rapat identitas tersebut diambil karena pria yang dimaksud telah memilih untuk tidak terlibat lagi dalam kehidupan mereka.
Keengganan Denada mengungkap sosok tersebut didasari oleh prinsip pribadi untuk tidak menyalahkan masa lalu. Ia mengaku telah memaafkan keadaan dan lebih memilih fokus pada masa depan bersama putranya tanpa keterlibatan pria itu.
"Buat aku, dia sudah memutuskan untuk tidak mau berada di hidup kami. Buat apa (diungkap)? Aku sudah memaafkan dia dan aku tidak mau menyalahkan dia," ujar Denada sambil terisak.
Meskipun saat ini identitas pria tersebut terkubur dari konsumsi publik, Denada berkomitmen untuk menceritakan kebenaran kepada Ressa di masa depan. Ia menganggap peristiwa di masa lalunya itu sebagai sebuah kekhilafan besar yang sempat meruntuhkan kondisi mentalnya.
Kesedihan Denada tampak mendalam saat ia menyinggung ketiadaan sosok ibunda yang biasanya menjadi tempat bersandar. Ia merasa harus berjuang sendiri dalam menghadapi konsekuensi masa lalu sekaligus membesarkan buah hatinya tanpa dukungan dari orang tua maupun pasangan.