Sebanyak 60 petarung amatir berpartisipasi dalam gelaran perdana Common Ground Fight Vol. 1 City Class yang berlangsung di Jakarta pada Minggu (3/5/2026). Acara ini memadukan olahraga tinju dengan elemen seni, musik, dan budaya komunitas untuk menciptakan konsep hiburan yang baru.
Ajang tersebut menjadi panggung bagi para atlet pemula yang ingin merintis karier di dunia olahraga kontak fisik. Berdasarkan laporan dari Kompas, kegiatan ini merupakan hasil kerja sama kreatif antara tiga entitas, yaitu Gasskiw, Hantam Keras, dan Rumah Bergerak.
Valdi selaku Pendiri Common Ground Fight menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang sebagai wadah integrasi bagi berbagai kelompok pemuda. Selain pertandingan di atas ring, acara juga dimeriahkan dengan kegiatan berkendara bersama komunitas motor Vespa.
ÔÇ£Di main event ini yang seperti Common Ground Fight itu, tidak hanya boxing, tapi juga art, dan musik. Kemudian juga melibatkan vespa itu juga karena buat experience baru, jadi ada Sunmori vespa juga,ÔÇØ ujar Valdi, Founder Common Ground Fight.
Pihak penyelenggara berencana memperluas keterlibatan berbagai komunitas pada edisi mendatang. Valdi menekankan bahwa aspek kesehatan menjadi syarat utama bagi calon peserta yang ingin mencoba bertanding di atas ring.
ÔÇ£Persyaratan tidak ada yang penting, kesehatan terjaga dari cedera apa pun atau ya intinya dari sisi jasmaninya sehat, itu bisa ikut," kata Valdi, Founder Common Ground Fight.
Persiapan fisik yang matang disebut sebagai faktor krusial bagi setiap petarung. Menurutnya, kekuatan mental harus didukung oleh stamina yang memadai agar peserta dapat tampil secara optimal.
"Yang harus disiapkan pasti fisik dan stamina. Mau mentalnya kuat, tapi kalau fisiknya tidak kuat ya tidak bisa,ÔÇØ jelas Valdi, Founder Common Ground Fight.
Kehadiran ajang ini diharapkan mampu memfasilitasi minat besar generasi muda, khususnya pelajar, terhadap olahraga bela diri. Penyelenggara ingin menyediakan ruang yang terorganisir sebagai alternatif positif bagi para pemuda.
ÔÇ£Peminat combat sport saat ini begitu banyak. Kami menyediakan wadah bagi anak-anak muda yang ingin fight; khususnya para pelajar. Daripada mereka bertarung di jalanan. Jadi lebih baik kami sediakan tempatnya,ÔÇØ tutur Valdi, Founder Common Ground Fight.
Promotor Common Ground Fight, Reza Burhan, menyatakan bahwa volume pertama ini berperan sebagai basis pengembangan ekosistem yang lebih luas. Ia memastikan seri kedua akan kembali digelar pada bulan Agustus mendatang.
ÔÇ£Ini namanya Common Ground Fight Vol 1 City Class. Kita nanti akan ada Vol 2 sekitar Agustus. Isinya bukan cuma tentang martial arts. Ada musik dan ada art juga komunitas,ÔÇØ kata Reza Burhan, Promotor Common Ground Fight.
Pengembangan format pertandingan direncanakan akan lebih bervariasi pada seri berikutnya. Penyelenggara telah menyusun peta jalan untuk membawa para petarung menuju jenjang profesional secara bertahap.
ÔÇ£Ini hanya boxing. Di series kedua akan ada macam-macam rules. Soal jenjang karier (boxing), kami buat mereka berpengalaman dulu. Untuk profesionalnya di series keempat nanti,ÔÇØ ungkap Reza Burhan, Promotor Common Ground Fight.