Otoritas persaingan usaha Inggris, Competition and Markets Authority (CMA), menyatakan akan menyetujui rencana merger antara Getty Images dan Shutterstock senilai US$ 3,7 miliar. Keputusan ini diberikan dengan syarat Shutterstock harus melepas unit bisnis editorial miliknya guna menjaga iklim kompetisi di pasar konten visual.
Konsolidasi dua raksasa penyedia konten global ini dilakukan untuk memenuhi lonjakan permintaan media digital terhadap foto dan video berkualitas tinggi. Dilansir dari Internasional, penggabungan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam industri penyedia stok gambar dunia.
Penyelidikan mendalam telah dilakukan oleh CMA sejak November tahun lalu untuk meninjau dampak akuisisi ini terhadap pasar di Inggris. Regulator khawatir penggabungan dua pemain utama tersebut dapat membatasi pilihan bagi perusahaan media dan berisiko menaikkan harga layanan.
Penilaian CMA menunjukkan bahwa Shutterstock merupakan pesaing signifikan bagi Getty Images dalam penyediaan materi berita dan editorial. Tanpa langkah divestasi, dominasi entitas gabungan ini dinilai dapat merugikan ekosistem media nasional di Inggris.
Sebagai tanggapan atas kekhawatiran tersebut, kedua perusahaan sepakat menjual unit editorial global Shutterstock yang mencakup merek Backgrid dan Splash. Penjualan ini dianggap solusi tepat karena unit tersebut bukan merupakan bagian dari strategi inti dari perusahaan hasil merger nantinya.
CMA menegaskan bahwa kesepakatan pelepasan aset tersebut telah mengatasi seluruh kekhawatiran mengenai persaingan pasar yang sebelumnya muncul. Langkah ini memungkinkan proses merger tetap berjalan sesuai rencana tanpa melanggar ketentuan anti-monopoli.
Meskipun belum ada komentar resmi dari pihak Getty Images maupun Shutterstock, pasar merespons positif pengumuman regulasi tersebut. Di perdagangan pra-pasar Amerika Serikat, nilai saham Getty Images tercatat naik 3,8 persen sementara saham Shutterstock menguat 1,1 persen.