Perupa asal Bali, Citra Sasmita, berkolaborasi dengan Cinta Bumi Artisans meresmikan karya instalasi imersif berjudul Mountain Song di ruang alternatif KiN Space, SCBD, Jakarta Pusat, pada Jumat (8/5). Pameran ini menghadirkan pengalaman multisensori yang menggabungkan unsur alam, seni, dan narasi budaya tradisional.
Proyek seni ini merupakan hasil riset panjang mengenai warisan leluhur yang ditemukan di wilayah Poso, Sulawesi Tengah. Sebagaimana dilansir dari Detikcom, karya ini menonjolkan penggunaan ranta bea atau kain kulit kayu yang berasal dari pohon bea, material yang juga dikenal sebagai daluang di Jawa Barat.
Citra Sasmita menjelaskan bahwa ketertarikannya pada proyek ini berawal dari perjalanan pertamanya ke Sulawesi Tengah beberapa tahun silam. Ia melihat adanya kaitan erat antara peninggalan megalitik dengan material kain tradisional tersebut.
"Di sana aku baru pertama kali mengenal bumi Sulawesi-lah dengan peninggalan-peninggalan megalitiknya. Mba Novi (Cinta Bumi Artisans) sudah merisetnya sejak lama soal warisan leluhur, mungkin sudah lebih dari 12 tahun," ucap Citra Sasmita, Perupa.
Menurutnya, penggunaan material kulit kayu tersebut memiliki jangkauan historis yang sangat luas. Persebaran tradisi kain ini tidak hanya terbatas di wilayah Indonesia, tetapi menjangkau hingga ke kawasan Pasifik.
"Narasi nenek moyang ini juga berhubungan dengan spiritualitas mereka," ungkap Citra Sasmita, Perupa.
Novieta Tourisia dari Cinta Bumi Artisans menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan realisasi dari rencana lama untuk menciptakan proyek seni yang ditujukan bagi audiens anak-anak. Pertemuan di Poso menjadi titik awal pengumpulan inspirasi untuk menampilkan kain kulit kayu ke dalam ruang pameran kontemporer.
"Sebenarnya waktu di Poso itu kita mulai banyak gali inspirasi bareng dan setuju kayaknya perlu nih kulit kain kayu ini kita tampilkan. Trus sampai akhirnya KiN Space mengajak, yang kebetulan karya anak-anak dan identik dengan alam, warisan leluhur juga," kata Novieta Tourisia, Cinta Bumi Artisans.
Pengunjung yang mendatangi area pameran di lantai dua KiN Space akan diajak menjelajahi replika lingkungan alam seperti hutan, bukit, dan air terjun. Selain itu, terdapat instalasi yang menyerupai gua di Lembah Bada untuk memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung.
Selain sajian visual, aspek auditif juga diperhatikan melalui suara nyanyian yang dapat didengar di dalam area gua. Anak-anak yang berkunjung diperbolehkan menyentuh kain kulit kayu yang telah dihiasi dengan gambar flora serta fauna sebagai bagian dari edukasi tekstil alami.