Citigroup memusatkan rencana rekrutmen global untuk divisi wealth management di Asia demi meningkatkan keuntungan perusahaan melalui wilayah yang memiliki pertumbuhan bisnis tercepat. Langkah strategis ini diambil seiring berkembangnya bisnis private bank mereka di kawasan Asia dengan tingkat produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan wilayah lain, sebagaimana dilansir dari Internasional.
Perusahaan perbankan ini berencana merekrut sekitar 100 private banker secara global beserta 400 spesialis lain untuk mendukung target keuntungan tersebut. Asia menjadi pilar utama karena menyumbang sekitar US$ 3 miliar atau 35 persen dari total pendapatan global wealth Citigroup pada tahun 2025.
"Rencana rekrutmen global yang baru diumumkan ini akan berpusat di Asia, sekaligus di wilayah lain,ÔÇØ jelas Kepala Global Wealth Citigroup, Andy Sieg.
Sieg ditunjuk oleh CEO Citi Jane Fraser pada tahun 2023 untuk memimpin pembaruan unit wealth setelah sebelumnya memimpin bisnis serupa di Merrill Lynch. Berdasarkan laporan keuangan resmi, unit wealth Citigroup mencatat kenaikan laba bersih hingga hampir 50 persen menjadi US$ 1,5 miliiar pada tahun 2025.
ÔÇ£Di private bank, bisnis kami di Asia adalah yang tumbuh paling cepat,ÔÇØ kata Sieg.
Meskipun tidak merinci angka spesifik untuk kawasan Asia, sebagian besar perekrutan dipastikan berjalan di wilayah ini. Citi juga telah menetapkan target return on tangible common equity untuk unit wealth sebesar 15 persen hingga 20 persen pada periode 2027ÔÇô2028.
ÔÇ£Ini juga area yang paling produktif di private bank kami,ÔÇØ tambah Sieg.
Sieg kemudian menyoroti dinamika pasar di Indonesia sebagai contoh nyata bagaimana pihak bank memberikan dukungan penuh kepada para klien kaya di tengah situasi yang penuh dengan ketidakpastian.
ÔÇ£Situasinya juga kompleks saat ini.Pasar sangat fluktuatif, dan perubahan politik maupun kebijakan diumumkan setiap beberapa hari,ÔÇØ ujar Sieg.
Citi tetap mempertahankan operasional wealth, kartu, dan perbankan ritel di Hong Kong serta Singapura. Kebijakan ini tetap berjalan meskipun perusahaan telah menutup layanan perbankan konsumer di 14 pasar lain di wilayah Asia, Eropa, Timur Tengah, dan Meksiko.
ÔÇ£Jane dan dewan direksi tidak akan puas dengan bisnis yang hanya sedikit lebih maju dari posisi kita saat ini,ÔÇØ kata Sieg.
Langkah penyederhanaan perusahaan tersebut sengaja dilakukan untuk memfokuskan modal pada bisnis dengan imbal hasil yang lebih tinggi. Strategi lanjutan kini diarahkan untuk mengoptimalkan pendapatan dari basis klien yang sudah ada saat ini.
ÔÇ£Mereka ingin kita membangun pemimpin industri di manajemen kekayaan,ÔÇØ ucap Sieg.