Emiten tambang bauksit dari Harita Group, PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), memutuskan untuk membagikan dividen tunai dari tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp 1,39 triliun, atau setara dengan Rp 351 per saham.
Keputusan pembagian keuntungan ini ditetapkan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang telah diselenggarakan pada tanggal 12 Mei 2026, seperti dilansir dari Investor Daily.
"Perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sesuai dengan hasil RUPS tahunan tanggal 12 Mei 2026," kata manajemen Cita Mineral Investindo dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (16/5/2026).
Perusahaan milik konglomerat Lim Hariyanto Wijaya Sarwono tersebut menjadwalkan cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 22 Mei 2026, sedangkan ex dividen jatuh pada 25 Mei 2026.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen ini harus terdaftar dalam daftar pemegang saham (DPS) pada 26 Mei 2026 hingga pukul 16.00 WIB, dengan realisasi pembayaran yang dijadwalkan pada 17 Juni 2026.
Rasio pembagian dividen atau dividend payout ratio yang ditetapkan oleh emiten ini mencapai 58 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, yakni sebesar Rp 2,39 triliun.
Pada perdagangan Rabu (13/5/2026), saham CITA ditutup melemah 1,13 persen ke level Rp 3.490, yang mencerminkan potensi yield dividen sekitar 10,05 persen di tengah penurunan performa harga saham sebesar 22,27 persen dalam tiga bulan terakhir.
Data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan valuasi CITA saat ini tergolong murah dengan rasio price to book value (PBV) sebesar 1,52 kali dan price earning ratio (PER) di level 8,35 kali, yang berada di bawah standar deviasi rata-rata tiga tahun terakhir.