Christopher Nolan Sutradarai The Odyssey Menggunakan Format IMAX Analog 70mm

Christopher Nolan Sutradarai The Odyssey Menggunakan Format IMAX Analog 70mm
Foto: Ilustrasi Christopher Nolan Sutradarai The Odyssey Menggunakan Format IMAX Analog 70mm.

Sutradara Christopher Nolan memproduksi film terbarunya yang berjudul The Odyssey berskala besar dengan menggunakan format analog IMAX 70mm secara penuh. Langkah ambisius dalam adaptasi narasi klasik ini diambil untuk menyesuaikan dengan bobot cerita aslinya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Proyek ini dirancang agar menjadi karya paling besar sepanjang karier penyutradaraan Nolan. Skala penceritaan yang luas menuntut kerja keras dari seluruh tim produksi demi menyampaikan esensi cerita secara maksimal.

"Dalam mengerjakan The Odyssey' film ini memang harus berbicara tentang skala. Proyek ini harus menjadi film terbesar yang pernah kami lakukan. Hal tersebut perlu menjadi tantangan bagi kami semua karena itulah sifat dari ceritanya," kata Christopher Nolan, Sutradara.

Aktor utama Matt Damon juga dilaporkan menghadapi proses pengambilan gambar yang sangat menantang selama produksi film. Salah satu adegan berat yang harus dilaluinya adalah momen saat ia berjuang mengendalikan kapal di tengah badai besar.

Pengalaman syuting film ini diakui Damon sebagai pencapaian fisik dan mental tertinggi yang belum pernah ia temui pada proyek-proyek sebelumnya.

"Ini adalah film tersulit yang pernah saya kerjakan sejauh ini. Perbandingannya bahkan tidak mendekati film-film lain," beber Matt Damon, Aktor.

Koresponden Scott Pelley menjelaskan bahwa The Odyssey mencetak sejarah baru sebagai film pertama yang seluruh proses perekamannya menggunakan format film IMAX. Nolan pun mendemonstrasikan proses penyuntingan tradisional dengan memotong dan merekatkan pita film secara manual di salah satu laboratorium film yang tersisa di dunia.

Keputusan Nolan mempertahankan format analog didasari oleh kualitas visual yang dihasilkan. Format film IMAX 70mm diklaim memiliki resolusi gambar tiga kali lebih tajam dibandingkan kualitas digital standar, meski teknologi digital saat ini dinilai lebih praktis dan ekonomis.

Artikel terkait

Rekomendasi