PT CGIS dan BRI Perkuat Sinergi Fasilitasi KPR di Yogyakarta

PT CGIS dan BRI Perkuat Sinergi Fasilitasi KPR di Yogyakarta
Foto: Ilustrasi PT CGIS dan BRI Perkuat Sinergi Fasilitasi KPR di Yogyakarta.

PT Cahyo Griya Inti Santoso (CGIS) memperkokoh kolaborasi strategis bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI) guna memperluas akses pembiayaan hunian bagi masyarakat. Sinergi ini diwujudkan melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang difokuskan pada wilayah Yogyakarta.

Kemitraan antara pengembang properti dan lembaga perbankan ini dilansir dari Suara telah terjalin kuat selama puluhan tahun sejak awal era 2000-an. Langkah tersebut diambil untuk mengatasi tantangan tingginya kebutuhan hunian yang sering terkendala masalah biaya pembiayaan besar.

CGIS merupakan pemain lama di industri properti yang berdiri sejak 1994. Setelah sempat menggarap proyek rumah sederhana di berbagai titik di Jawa Timur, perusahaan kini fokus mengembangkan lebih dari 20 proyek perumahan di Yogyakarta.

Penerapan skema PKS menjadi instrumen krusial bagi CGIS dalam memasarkan unit propertinya. Manajer CGIS, Andri Kurniawan, mengungkapkan bahwa kerja sama ini bertujuan memfasilitasi konsumen agar mendapatkan akses kredit yang lebih terorganisir.

"Kalau secara umum PKS dari awal, bikin perumahan kita kerja sama dengan bank untuk memfasilitasi secara kredit. PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan BRI sudah lama sekali," kata Andri Kurniawan.

Efektivitas kolaborasi ini terbukti pada periode 2007 hingga 2010. Saat itu, CGIS berhasil meraih penghargaan sebagai developer dengan jumlah aplikasi KPR terbanyak melalui proyek Nogotirto Regency.

Manfaat Langsung bagi Konsumen KPR

Sinergi ini memberikan dampak nyata bagi calon pembeli rumah melalui berbagai insentif keuangan. Saat ini, BRI menawarkan potongan biaya provisi dan administrasi hingga 50 persen bagi konsumen yang mengambil hunian melalui CGIS.

"Prosesnya lebih cepat, kemudian ada diskon, promo-promo dari bank-nya. Contoh yang sekarang ada dari BRI, promo diskon 50 persen untuk biaya provisi administrasi," ujar Andri.

Keunggulan lain dari skema ini adalah adanya fasilitas KPR inden atau rumah siap bangun. Hal ini memungkinkan konsumen memiliki fleksibilitas dalam mengubah desain rumah sesuai keinginan mereka sebelum proses pembangunan selesai.

Dominasi BRI sebagai Pilihan Pembiayaan

Dalam beberapa tahun terakhir, BRI konsisten menjadi pilihan utama para pembeli hunian di CGIS. Data internal perusahaan menunjukkan mayoritas pengajuan KPR sejak tahun 2019 masuk melalui bank plat merah tersebut.

"Terakhir ya, kita ngomong mulai tahun 2019 sampai sekarang, paling banyak KPR itu masuknya ke BRI. Dari semua bank ini masuknya ke BRI," tutur Andri.

Keberhasilan ini didorong oleh strategi promo silang antara kedua pihak. BRI memberikan diskon khusus untuk pembelian di unit CGIS, sementara pihak developer juga memberikan insentif tambahan jika konsumen menggunakan layanan KPR BRI.

"Kenapa bisa masuk ke BRI, karena saat itu kami sering mengadakan promo bersama dengan BRI. Contoh, BRI kasih diskon khusus kalau pembelian di PT CGIS. Tapi kami juga memberikan diskon balik jika KPR-nya lewat BRI," lanjut pria berusia 38 tahun tersebut.

Andri juga menambahkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap layanan ini mencakup segmen rumah mewah. Di kawasan Pesona Residence, terdapat unit rumah seharga hampir Rp3 miliar yang proses pembiayaannya tetap dipercayakan kepada BRI.

Sejarah Panjang Kolaborasi Properti

Kemitraan ini berakar dari aktivitas pameran properti masa lalu yang didukung penuh oleh pihak perbankan. Pada rentang 2005 hingga 2010, BRI secara aktif memfasilitasi pengembang melalui ajang seperti BRI Gelegar Expo.

"Waktu zaman dulu, BRI itu sregep ngadain pameran dan mereka mengcover semua biaya. Antara tahun 2005-2010 itu ada namanya BRI Gelegar Expo," tutur Andri.

Apresiasi tersebut diberikan kepada pengembang yang memberikan kontribusi aplikasi kredit tinggi. Melalui fasilitas pameran gratis tersebut, CGIS dapat menjangkau pasar lebih luas hanya dengan menyediakan materi promosi dan staf penjaga booth.

"Itu salah satu bentuk apresiasi dari BRI untuk developer. Untuk developer-developer yang banyak masukan aplikasi, banyak kredit di sana. Kami dibayarin BRI untuk pameran, semua ditaggung. Kami hanya ke sana bawa booth, brosur, dan jaga," ujar pria yang memiliki satu anak tersebut.

Memasuki persaingan pasar properti yang semakin kompetitif pada tahun 2026, CGIS terus mendorong terciptanya inovasi baru dalam model kerja sama tersebut guna memperkuat posisi di pasar Yogyakarta.

Artikel terkait

Rekomendasi