Censtacom Pentaskan Ulang Musikal Little Women di Graha Bhakti Budaya

Censtacom Pentaskan Ulang Musikal Little Women di Graha Bhakti Budaya
Foto: Ilustrasi Censtacom Pentaskan Ulang Musikal Little Women di Graha Bhakti Budaya.

Komunitas Center Stage Community (Censtacom) kembali menghadirkan pertunjukan Little Women The Broadway Musical di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, sepanjang akhir pekan ini. Produksi ini menandai kembalinya kisah klasik tersebut ke panggung Jakarta setelah sukses dipentaskan tiga tahun lalu di Salihara Arts Center.

Dilansir dari Detikcom, antusiasme penonton pada pementasan sebelumnya menjadi alasan utama penyelenggaraan ulang acara ini. Pihak penyelenggara memastikan bahwa seluruh elemen pertunjukan, mulai dari judul hingga naskah dialog, telah mengantongi izin resmi dari pemegang hak cipta internasional.

Sutradara sekaligus produser pementasan, Josephine Angelica, menjelaskan bahwa besarnya minat publik terlihat sejak pertunjukan pertama di Komunitas Salihara. Pertumbuhan internal komunitas selama enam tahun terakhir turut memberikan kepercayaan diri lebih bagi tim untuk kembali membawakan naskah ini.

"Iya, animo besar 3 kali show pas di Komunitas Salihara, banyak yang bilang 'Kok, gak lebih lama lagi sih'. Sekarang di tahun ke-6 kami lebih percaya diri karena sudah mementaskan Sister Act, Cinderella, jadi secara komunitas sudah bertumbuh. Buat aku sendiri, ini jadi waktu yang tepat untuk membawakannya kembali," ungkap Josephine Angelica, Sutradara dan Produser.

Mengenai aspek legalitas, Censtacom telah mengamankan hak pementasan dari Music Theatre Internasional. Lisensi tersebut mencakup penggunaan judul, seluruh lagu yang dibawakan, hingga penggunaan naskah dialog lengkap dalam bahasa Inggris.

"Skrip full, dan semua music orkestra dapat rights," sambung Josephine Angelica, Sutradara dan Produser.

Pertunjukan ini mengadaptasi novel klasik karya Louisa May Alcott dengan latar waktu dua tahun setelah peristiwa utama, sebelum kembali ke titik awal kisah keluarga March. Narasi fokus pada perjalanan empat bersaudara, yakni Meg, Jo, Beth, dan Amy March, dalam menghadapi tantangan kedewasaan.

Co-sutradara Amadeus Rayhan menilai tema yang diangkat dalam musikal ini masih memiliki keterikatan kuat dengan kondisi masyarakat modern. Ia menyoroti nilai-nilai ambisi dan kasih sayang keluarga sebagai poin utama cerita.

"Ceritanya tentang ambisi, cinta dalam keluarga, dan perjalanan jati diri. Saya pikir sesuatu yang masih relevan walaupun sumber material dari buku yang terbit tahun 1850-an, sampai sekarang topik dalam buku dan musikal masih relevan," timpal Amadeus Rayhan, Co-sutradara.

Kontras dengan pertunjukan musikal lain yang sering menonjolkan kemewahan atau aksi kepahlawanan, Little Women menawarkan perspektif kehidupan sehari-hari yang lebih intim. Josephine menekankan bahwa kesederhanaan cerita menjadi kekuatan emosional bagi penonton.

"Kebanyakan show yang kita tonton itu yang glamour atau cerita pendekar gitu, sedangkan cerita kehidupan sehari-hari yang lebih simple, hangat, dijamin akan bikin nangis. Cerita yang simple," terang Josephine Angelica, Sutradara dan Produser.

Produksi ini melibatkan 10 pemeran utama yang didukung oleh lebih dari 200 kru teknis di belakang layar. Meskipun berbasis naskah asli, terdapat penyesuaian minor pada pengembangan karakter agar lebih sesuai dengan kebutuhan panggung musikal di Jakarta.

"Ada salah satu karakter yang di-adjust lebih antagonis," sambung Josephine Angelica, Sutradara dan Produser.

Pementasan Little Women The Broadway Musical dijadwalkan berlangsung hingga sesi terakhir pada Minggu (10/5) pukul 14.00 dan 19.00 WIB.

Artikel terkait

Rekomendasi