PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI melibatkan puluhan UMKM binaan dalam memproduksi perlengkapan jemaah haji Indonesia pada Selasa (19/5/2026) demi memperkuat ekonomi kerakyatan dan industri halal nasional agar mampu menembus pasar global.
Dilansir dari Investor Daily, perlengkapan haji tahun ini seperti kain ihram, mukena, batik haji, hingga tas serut diproduksi oleh para pengrajin dalam negeri, utamanya dari sentra UMKM di Pekalongan, Jawa Tengah, dan Bandung, Jawa Barat.
BSI tercatat memfasilitasi pelunasan haji bagi sekitar 169 ribu jemaah atau 83,5 persen dari total sekitar 203 ribu jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, BSI menyediakan sekitar 104 ribu mukena, 85 ribu kain ihram, dan sekitar 190 ribu potong kain batik yang pengadaannya dikerjakan bersama 37 UMKM binaan yang lolos kurasi ketat sesuai standar Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy menjelaskan bahwa keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem haji tidak sekadar menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan industri halal dan budaya nasional di panggung dunia.
"BSI tidak hanya hadir sebagai bank penerima setoran haji terbesar di Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi umat. Kami ingin perjalanan ibadah haji memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM lokal," tutur Kemas Erwan Husainy, Direktur Retail Banking BSI.
Pihak perbankan juga konsisten menyalurkan dukungan pengembangan pelaku usaha lewat berbagai program strategis, termasuk pendampingan usaha, peningkatan kapasitas bisnis, pelatihan kewirausahaan, fasilitasi sertifikasi halal, hingga akses pencocokan bisnis ke pasar internasional.
Selain menyuplai perlengkapan ibadah, BSI turut mengirimkan 600 kursi roda untuk membantu jemaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus pada fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Salah satu perajin yang terlibat dalam pembuatan batik haji nasional, Ahmat Failasuf, menyatakan rasa syukurnya karena mendapatkan kepercayaan besar untuk memproduksi identitas resmi jemaah.
"Kami bersyukur dan bangga mendapatkan amanah untuk memproduksi batik haji Indonesia. Ini bukan sekadar produksi kain, tetapi juga membawa identitas bangsa Indonesia ke Tanah Suci," ujar Ahmat Failasuf, Pelaku UMKM.
Ahmat menambahkan bahwa pengalaman hampir tiga dekade di industri batik menjadi modal penting dalam menjaga kualitas, serta meyakini batik tersebut akan menjadi pembeda bagi jemaah Indonesia di tengah jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia.