Penyanyi Britney Spears memutuskan untuk masuk ke fasilitas rehabilitasi secara sukarela pada April 2026 setelah terlibat kasus hukum akibat mengemudi dalam kondisi mabuk. Langkah ini dikonfirmasi oleh perwakilan resminya satu bulan pasca-insiden penangkapan yang terjadi di California.
Sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan E! News, pelantun lagu "Gimme More" tersebut sebelumnya ditangkap pihak kepolisian California pada Maret 2026. Spears sempat menjalani interogasi dan ditahan pada pukul 21.00 waktu setempat sebelum akhirnya dibebaskan keesokan paginya.
Pihak manajemen menyatakan bahwa tindakan ini merupakan langkah pertanggungjawaban atas insiden yang dinilai tidak dapat dimaafkan tersebut. Kehadiran Spears di pusat pemulihan diharapkan menjadi titik balik bagi kesejahteraan hidup sang artis dalam jangka panjang.
"Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan semoga ini bisa menjadi langkah pertama dalam perubahan yang sudah lama tertunda yang perlu terjadi dalam hidup Britney," ujar perwakilan Spears dalam pernyataan resmi pada 5 Maret.
Selama masa pemulihan, Spears mendapatkan dukungan penuh dari keluarga dan orang-orang terdekatnya, termasuk anak-anaknya yang dijadwalkan akan menghabiskan waktu bersama. Mantan suami Spears, Sam Asghari, juga menyatakan dukungannya meski mengaku belum berkomunikasi secara langsung.
Sam Asghari menekankan pentingnya privasi bagi mantan istrinya tersebut selama proses penyembuhan berlangsung. Ia berharap Spears dapat meraih kesuksesan dalam menjalani program pemulihan secara total dari permasalahan yang sedang dihadapi.
Britney Spears dijadwalkan akan menghadiri persidangan pada 4 Mei 2026 mendatang. Agenda tersebut bakal membahas lebih lanjut mengenai konsekuensi hukum dan detail teknis terkait kasus mengemudi di bawah pengaruh alkohol yang menjeratnya.