PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) memutuskan pembagian dividen tunai senilai Rp 5,13 miliar pada Senin, 11 Mei 2026 dalam Rapat Umum Pemegang Saham di Solo. Kebijakan ini diambil di tengah upaya perseroan memperluas kapasitas produksi secara besar-besaran.
Sebagaimana dilansir dari Investor Daily, emiten berkode saham OBAT ini mengalokasikan 20 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 untuk dividen. Setiap pemegang saham akan menerima Rp 7,548 per lembar dari total 680,37 juta saham beredar.
Is Heriyanto, Direktur Utama Brigit Biofarmaka Teknologi, menjelaskan bahwa langkah memperkuat pangsa pasar merupakan strategi utama perusahaan. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga pertumbuhan nilai perseroan dalam jangka panjang melalui berbagai aksi korporasi.
"Strategi ekspansi dan penguatan market share yang dilakukan saat ini merupakan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dan meningkatkan nilai perseroan di masa mendatang," ujar Is Heriyanto, Direktur Utama Brigit Biofarmaka Teknologi.
Manajemen tetap memprioritaskan pembangunan fasilitas baru untuk mendukung operasional bisnis di sektor herbal dan kosmetik. Proyek tersebut mencakup pembangunan pabrik suplemen jenis softgel dan tablet, serta fasilitas laboratorium dan kantor pemasaran baru.
Berdasarkan data keuangan tahun 2025, OBAT mencatatkan kenaikan omzet mencapai 32,73 persen secara tahunan. Peningkatan pendapatan ini terjadi seiring dengan posisi perseroan yang fokus pada inovasi manufaktur produk kesehatan nasional.
Meskipun pendapatan meningkat, laba bersih konsolidasi perusahaan mengalami penurunan sebesar 16,15 persen. Hal tersebut dipicu oleh tingginya alokasi biaya pemasaran serta dampak dari akuisisi pasar yang dilakukan secara agresif sepanjang periode tersebut.