PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan kesetaraan gender di lingkungan kerja. Langkah ini diambil karena perusahaan menyadari bahwa inklusivitas berkontribusi langsung pada peningkatan kinerja organisasi.
Dikutip dari Investortrust, perusahaan pelat merah ini terus berupaya menjaga keseimbangan komposisi antara pekerja laki-laki dan perempuan. Upaya tersebut diimplementasikan melalui berbagai program pengembangan karier yang terstruktur.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan, saat ini BRI tercatat memiliki 36 ribu pekerja perempuan atau setara 43% dari total 86 ribu pekerja. Komposisi tersebut menjadikan BRI sebagai lingkungan kerja yang inklusif dan kondusif bagi perempuan untuk berkembang dan mengoptimalkan potensi terbaiknya.
"Kehadiran perempuan dalam jajaran kepemimpinan dinilai memberikan perspektif yang lebih luas pada proses pengambilan keputusan organisasi. Hal ini sekaligus memperkuat upaya perusahaan dalam menciptakan budaya kerja yang lebih beragam dan inklusif," ujar Hery dalam siaran pers, Rabu (22/4/2026).
Keterlibatan kaum hawa di internal perseroan kini semakin signifikan pada level pengambil keputusan. Data perusahaan menunjukkan bahwa sebanyak 25,63% posisi manajerial, mulai dari tingkat junior hingga manajemen atas, telah ditempati oleh pekerja perempuan.
Sebagai langkah strategis memperkuat kompetensi tersebut, perusahaan menghadirkan program BRILiaN Women Leaders Indonesia (BWLI). Inisiatif ini dirancang khusus untuk menggembleng keterampilan kepemimpinan serta memperluas jaringan profesional pekerja perempuan.
Komitmen inklusivitas ini juga diterapkan secara adil kepada kelompok masyarakat rentan. Perusahaan memberikan ruang bagi perempuan penyandang disabilitas untuk mendapatkan peluang karier yang sama di lingkungan kerja.
"Penempatan perempuan penyandang disabilitas di lingkungan kerja mencerminkan komitmen perusahaan dalam membuka akses kesempatan kerja yang adil bagi semua pihak. Dengan demikian, perempuan, termasuk penyandang disabilitas, tetap memiliki peluang yang sama untuk berkembang, berkontribusi, dan mencapai kemandirian ekonomi," ujar Hery.
Selain di internal perusahaan, perluasan akses ekonomi juga menyasar masyarakat luas melalui sinergi Ekosistem Ultra Mikro. Program ini dijalankan bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian untuk memperdayakan ekonomi kaum perempuan.
Hingga saat ini, holding Ultra Mikro telah menjangkau sekitar 23 juta nasabah, yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Melalui ekosistem ini, perempuan tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha, literasi keuangan, serta akses terhadap berbagai layanan keuangan terintegrasi yang mendorong mereka untuk naik kelas.
Melalui integrasi layanan ini, para pelaku usaha perempuan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas bisnis mereka. Langkah holistik tersebut menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di seluruh wilayah.
"Dengan pendekatan yang holistik tersebut, BRI berupaya memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta berkontribusi lebih luas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Hery.