Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama pelaku industri mendorong penerapan konsep halal secara menyeluruh dari hulu hingga hilir guna membangun industri pangan yang berkelanjutan dan berdaya saing dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan pada Jumat (22/5/2026), dilansir dari Media Indonesia.
Penerapan komprehensif ini dinilai tidak lagi sekadar pemenuhan kewajiban sertifikasi produk, melainkan telah bertransformasi menjadi penggerak pertumbuhan industri di berbagai sektor ekonomi nasional.
Halal Certification Director BPJPH, Yanis Naini, menekankan pentingnya integrasi konsep halal yang mencakup keseluruhan proses produksi.
"Cakupan halal harus meliputi bahan material dari awal sampai akhir, sebagai mesin pertumbuhan industri dari semua lini," ujarnya.
Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan standarisasi mutu sejak pemilihan bahan baku hingga produk siap dikonsumsi.
Respons positif terhadap arah kebijakan tersebut ditunjukkan oleh pelaku sektor swasta yang mulai mengintegrasikan prinsip halal ke dalam strategi jangka panjang perusahaan.
"Kami memahami, halal mencerminkan praktik berkelanjutan, memperkuat rantai pasokan, dan meningkatkan kepercayaan konsumen. Seiring dengan apa yang ditekankan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), bahwasanya halal harus menjadi sebuah pilar penting dalam industri, khususnya industri tepung terigu," kata Dewi Ayu Putri, Marketing Manager tepung terigu Kompas.
Perwujudan konsep masa depan berkelanjutan tersebut dilakukan melalui efisiensi proses penggilingan tepung, pengadaan yang bertanggung jawab, serta pengurangan limbah produksi.
Implementasi prinsip tersebut juga diproyeksikan mampu memperkuat daya saing industri pangan domestik di pasar global, terutama saat perhatian konsumen terhadap aspek keamanan pangan terus meningkat.
Saat ini, produsen tepung terigu Kompas telah melengkapi operasionalnya dengan sertifikasi FSSC 22000 V6, ISO 14001, ISO 45001, Halal, SNI, serta izin BPOM.
Rangkaian program keberlanjutan pada aspek operasional, pengelolaan lingkungan, dan efisiensi energi terus berjalan seiring dengan pelaksanaan demonstrasi memasak yang dihadiri chef Sisca Soewitomo dan chef Vindex Tengker pada acara tersebut.