Boeing Borong 20.000 Ton Layanan Penghapusan Karbon dari Supercritical

Boeing Borong 20.000 Ton Layanan Penghapusan Karbon dari Supercritical
Foto: Ilustrasi Boeing Borong 20.000 Ton Layanan Penghapusan Karbon dari Supercritical.

Platform jual beli karbon, Supercritical, mengumumkan kerja sama terbaru dengan raksasa penerbangan Boeing. Kesepakatan ini melibatkan pembelian 20.000 ton layanan penghapusan karbon dioksida (CDR) yang bersifat tahan lama.

Dikutip dari Lestari, layanan tersebut bersumber dari berbagai penyedia yang mengelola proyek biochar atau arang hayati serta pelapukan batuan (ERW). Proyek-proyek ini tersebar di sejumlah negara berkembang.

Metode biochar dan ERW dinilai sebagai solusi penghapusan karbon yang paling potensial untuk dikembangkan dalam skala besar. Selain bahan baku yang melimpah, kedua metode ini memberikan dampak positif bagi kesehatan tanah dan produktivitas pertanian.

Dalam kerja sama ini, Boeing dan Supercritical menyusun daftar proyek penghapusan karbon yang memiliki kualitas tinggi. Proses kurasi dilakukan dengan sangat teliti terhadap ratusan inisiatif hijau di tingkat global.

Setidaknya terdapat lebih dari 200 proyek di seluruh dunia yang diperiksa menggunakan 118 kriteria ilmiah yang ketat. Penilaian mencakup aspek permanensi penyimpanan karbon hingga kesiapan operasional masing-masing proyek.

Hasil dari seleksi tersebut menetapkan enam penyedia layanan yang beroperasi di Brasil, Bolivia, Namibia, dan India. Keenam perusahaan yang terpilih adalah Exomad Green, Ground Up, InPlanet, NetZero, Varaha, dan PlanBoo.

"Banyak pembeli biasanya hanya memilih proyek yang sudah tersedia di daftar pendek mereka. Namun, perusahaan-perusahaan yang lebih maju sekarang memulai dengan menentukan kriteria kualitas terlebih dahulu," kata Michelle You, CEO Supercritical.

"Mereka mempercayai standar tinggi yang dimiliki mitra pengadaan mereka untuk mencari atau membangun kumpulan proyek yang memenuhi syarat tersebut," ujar Michelle You.

"Itu yang kami lakukan untuk Boeing. Kami memeriksa lebih dari 200 proyek dengan kerangka kerja kami, dan hanya proyek-proyek yang terpilih inilah yang berhasil lolos," tutur Michelle You.

"Inilah perbedaan antara sekadar perantara yang menjual proyek dengan platform pasar yang membangun infrastruktur pasar yang benar," tambah Michelle You.

Strategi Penanganan Emisi Rantai Bisnis

Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen lingkungan Boeing sebelumnya. Perusahaan tercatat pernah menyepakati pembelian 80.000 ton layanan CDR dari Grassroots Carbon dan Carbonfuture.

Boeing memproyeksikan kredit penghapusan karbon ini untuk menangani emisi sisa dari kategori Scope 3, khususnya perjalanan dinas. Strategi ini bertujuan menetralkan emisi yang sulit dihilangkan di seluruh rantai bisnis.

Sejak 2020, Boeing telah melakukan upaya sukarela untuk mengimbangi emisi dari fasilitas operasional dan pabrik. Namun, pada 2024, perusahaan mulai menerapkan prinsip "hindari dulu, hapus kemudian".

Melalui strategi tersebut, pengurangan emisi langsung dari sumber menjadi prioritas utama. Penghapusan karbon baru akan digunakan untuk mengatasi sisa emisi yang memang tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya.

"Kami berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri penerbangan yang bertanggung jawab," papar Allison Melia, Wakil Presiden Keberlanjutan Perusahaan Global Boeing.

"Penghapusan karbon dengan standar integritas tinggi adalah kunci untuk memotong emisi bersih saat permintaan perjalanan udara global terus meningkat," kata Allison Melia.

"Kerja sama kami dengan Supercritical mendukung tujuan tersebut dengan memperluas akses ke kredit penghapusan karbon yang berkualitas tinggi, beragam, dan telah teruji secara ilmiah," ujar Allison Melia.

Artikel terkait

Rekomendasi