Blibli Dorong Pengelolaan Limbah Elektronik Jadi Kebiasaan Harian

Blibli Dorong Pengelolaan Limbah Elektronik Jadi Kebiasaan Harian
Foto: Ilustrasi Blibli Dorong Pengelolaan Limbah Elektronik Jadi Kebiasaan Harian.

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan bertepatan dengan momentum Hari Bumi 2026. Perusahaan retail ini mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis sehari-hari, bukan sekadar menjadikannya agenda tahunan.

Dikutip dari Money, Blibli menginisiasi program Gadget for Good guna mendorong masyarakat menjadikan pengelolaan limbah elektronik (e-waste) sebagai kebiasaan rutin. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya volume sampah material pascakonsumsi yang menjadi tantangan besar di tingkat global maupun nasional.

Data Global E-waste Monitor 2024 menunjukkan volume limbah elektronik dunia mencapai 62 juta ton pada 2022 dan diprediksi melonjak hingga 82 juta ton pada 2030. Sayangnya, World Health Organization (WHO) mencatat hanya sekitar 22,3 persen dari jumlah tersebut yang diproses melalui jalur daur ulang formal.

Indonesia menghadapi situasi serupa dengan produksi sampah elektronik mencapai 2 juta ton per tahun. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu penghasil e-waste terbesar di kawasan Asia Tenggara, dengan Pulau Jawa menyumbang lebih dari separuh total volume tersebut.

Kesenjangan antara volume sampah dan kapasitas pengelolaan terlihat jelas di DKI Jakarta. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hanya sekitar 165 ton e-waste yang berhasil dikelola sepanjang periode 2019 hingga Mei 2024.

Guna merespons kondisi tersebut, Blibli menyediakan fasilitas dropbox e-waste di lima lokasi strategis, yaitu Blibli Store Central Park, Gandaria City, Bintaro Jaya Xchange Mall, Lippo Mall Puri, dan AEON Mall Sentul.

Partisipasi publik dalam pengumpulan limbah elektronik ini menunjukkan tren yang positif. Tercatat rata-rata volume e-waste yang terkumpul meningkat 54 persen, dari 1,5 item per hari pada Desember 2025 menjadi 2,4 item per hari pada kuartal I 2026.

Tiga jenis perangkat elektronik kecil yang paling sering diserahkan oleh masyarakat meliputi pengisi daya ponsel (charger), mouse, serta powerbank. Tren ini dianggap sebagai sinyal meningkatnya kesadaran publik dalam mengelola perangkat pascapakai secara bertanggung jawab.

Head of ESG Blibli, Ignacia Chiara Irawan, menekankan bahwa aspek keberlanjutan merupakan bagian inti dari cara perusahaan beroperasi di setiap kanal transaksi, baik secara daring maupun luring.

"Sustainability merupakan bagian dari cara kami beroperasi setiap hari, bukan sekadar program yang ÔÇÿdinyalakanÔÇÖ saat Earth Day lalu ÔÇÿdiredupkanÔÇÖ setelahnya. Kami terus menghadirkan peluang di setiap kanal transaksi, baik online maupun offline, untuk mendorong dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan," ujar Chiara.

"Komitmen ini kami jalankan secara konsisten melalui berbagai inisiatif pengelolaan limbah, mulai dari Take Back Packaging hingga E-Waste Collection. Inisiatif ini memperluas akses masyarakat terhadap pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab," tutur Chiara.

"Karena kami meyakini bahwa ekosistem sirkular hanya dapat terbangun melalui konsistensi dan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan," kata dia.

Ekspansi ke Ruang Publik

Blibli kini memperluas jangkauan fasilitas pengumpulan limbah elektronik melalui kolaborasi di luar jaringan toko internal. Salah satunya hadir di Eternity Privilege, Lantai 2 AEON Mall Sentul City, mulai 14 April hingga 3 Mei 2026.

Melalui program Gadget for Good ini, pelanggan dapat menyerahkan minimal empat unit perangkat elektronik kecil seperti earphone atau konsol gim. Sebagai apresiasi, tersedia voucher senilai Rp 100.000 untuk pembelian produk Samsung di lokasi tersebut selama persediaan masih ada.

Strategi ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk mendorong perubahan perilaku pascakonsumsi masyarakat luas. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi sirkular yang lebih komprehensif.

Program e-waste ini terintegrasi dengan inisiatif Take Back Packaging yang telah berjalan sejak 2020. Dalam program tersebut, setiap 150 kemasan bekas yang dikembalikan pelanggan akan dikonversi menjadi satu bibit pohon, serta mendapatkan 100 Blibli Tiket Poins per kemasan.

Blibli juga memperkuat ekosistem hijaunya melalui fitur Misi Tanam Pohon, layanan Green Delivery, serta penerapan Green Building pada fasilitas gudang. Rangkaian program ini bertujuan untuk meminimalisir jejak karbon di seluruh rantai operasional perusahaan.

Artikel terkait

Rekomendasi