Erin Taulany kembali diterpa kabar kurang menyenangkan terkait hubungan dengan asisten rumah tangganya (ART). Setelah sebelumnya sempat terlibat perselisihan dengan mantan asistennya yang bernama Herawati atau Hera, kini giliran ART lainnya yang bernama Nur Rohmah yang memicu persoalan baru.
Nur Rohmah diketahui nekat melarikan diri dari kediaman mantan istri Andre Taulany tersebut dengan cara melompati pagar rumah. Aksi kaburnya Nur ini menjadi sorotan lantaran ia sebenarnya memegang peranan kunci dalam kasus hukum yang sedang dihadapi Erin.
Sedianya, Nur diproyeksikan menjadi saksi utama yang akan meringankan posisi Erin dalam perseteruan hukum melawan Hera. Di hadapan awak media, Nur bahkan sempat memberikan pembelaan bagi majikannya dan secara tegas membantah seluruh tudingan penganiayaan yang dilontarkan oleh Hera.
Namun, perempuan yang baru bekerja selama satu bulan itu secara mengejutkan berubah pikiran dan menolak untuk memberikan keterangan lebih lanjut. Keputusan sepihak ini disayangkan oleh tim hukum Erin karena dianggap menghambat proses pembuktian di kepolisian.
Kuasa hukum Erin Taulany, Misyal B Achmad, memberikan penjelasan saat ditemui di kawasan Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, pada Rabu (3/6/2026). Ia menegaskan bahwa kepergian Nur yang mendadak sangat merugikan posisi kliennya dalam tahap penyidikan maupun penyelidikan kasus tersebut.
Menurut Erin Taulany, keputusan Nur untuk pergi dipicu oleh tekanan yang terus-menerus datang dari pihak keluarganya. Keluarga Nur merasa khawatir jika asisten rumah tangga tersebut akan terseret lebih jauh ke dalam pusaran masalah hukum yang melibatkan bosnya.
Faktor penyebab kaburnya Nur Rohmah dari rumah Erin Taulany:
- Adanya desakan intens dari pihak keluarga di kampung halaman agar Nur segera mengakhiri pekerjaannya.
- Kekhawatiran mendalam dari orang tua dan suaminya bahwa keterlibatan sebagai saksi hukum akan berdampak buruk bagi masa depannya.
- Alasan kesehatan orang tua di kampung yang dikabarkan sedang jatuh sakit sehingga memerlukan kehadiran Nur segera.
- Keinginan pihak penyalur tenaga kerja yang terus menjalin komunikasi dengan suami Nur agar ia dipulangkan.
Erin sendiri sebenarnya tidak berniat menghalangi kepulangan Nur jika alasannya memang mendesak. Ia hanya meminta agar Nur bersabar menunggu sejenak sampai pihak penyalur tenaga kerja berhasil mendapatkan ART pengganti untuk rumahnya.
Namun karena izin tersebut tidak kunjung diberikan secara instan, Nur akhirnya memilih jalan pintas dengan melarikan diri secara sembunyi-sembunyi. Erin mengaku terkejut saat mengetahui bahwa pegawainya itu sampai berani memanjat pagar demi bisa meninggalkan rumah tanpa izin.
Aksi nekat Nur tersebut meninggalkan rasa kecewa yang mendalam bagi Erin Taulany, terutama dari sisi etika berkomunikasi. Ibu tiga anak ini menyayangkan sikap Nur yang tidak profesional padahal sejak awal diterima bekerja dengan cara yang sangat baik.
Perbandingan kondisi ART Erin Taulany dalam konflik yang terjadi:
| Nama Asisten | Status / Peran dalam Kasus | Tindakan yang Dilakukan |
|---|---|---|
| Herawati (Hera) | Mantan ART / Pelapor | Melaporkan Erin ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan fisik. |
| Nur Rohmah | ART Baru / Calon Saksi | Kabur melompati pagar karena tekanan keluarga dan menolak jadi saksi. |
Tabel di atas memperlihatkan bagaimana posisi dua asisten rumah tangga tersebut justru memberikan beban hukum bagi Erin dalam waktu yang berdekatan. Erin menegaskan bahwa apa yang dilakukan Nur sudah termasuk perbuatan tidak menyenangkan dan sangat tidak beretika dalam dunia kerja.
Hingga saat ini, pihak Erin Taulany masih berupaya menghadapi persoalan hukum yang ditinggalkan oleh kedua asistennya tersebut. Meskipun Nur telah berhasil pulang ke kampung halaman, dampak dari pembatalan kesaksiannya tetap menjadi tantangan besar bagi tim pengacara Erin.