Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyetujui pembagian dividen bernilai jumbo sekitar Rp44 triliun dari laba tahun buku 2025 pada Rabu (29/4/2026), sebagaimana dilansir dari Stocksetup.
Alokasi dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 79 persen dari total laba bersih konsolidasi tahun 2025 yang mencapai Rp56,3 triliun. Rasio pembayaran ini tercatat sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi tahun sebelumnya yang berada di angka 78 persen.
Jumlah total dividen yang disetujui dalam rapat tersebut sudah mencakup dividen interim sebesar Rp9,32 triliun atau senilai Rp100 per saham yang telah dibayarkan perseroan kepada pemegang saham pada Januari 2026.
Sisa dividen tunai final yang akan dibagikan oleh emiten perbankan ini adalah sebesar Rp35,15 triliun. Melalui perhitungan tersebut, para pemegang saham BMRI diperkirakan bakal menerima dividen final sekitar Rp377 per saham.
Jika merujuk pada harga saham BMRI yang bertengger di level Rp4.430 per saham pada penutupan perdagangan Rabu (29/4/2026), tingkat imbal hasil atau yield dividen final perseroan diestimasi mencapai kisaran 8,51 persen.
Di samping mengesahkan pembagian dividen, RUPST menetapkan penggunaan dana Rp11,82 triliun atau sekitar 21 persen dari laba bersih sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan serta mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Pengumuman resmi dari perseroan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) selanjutnya menjadi acuan yang dinantikan investor terkait jadwal pasti cum dividen, ex dividen, hingga tanggal pembayaran dividen final BMRI.