Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi Insinyur ASEAN Oktober 2026

Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi Insinyur ASEAN Oktober 2026
Foto: Ilustrasi Bandung Jadi Tuan Rumah Konferensi Insinyur ASEAN Oktober 2026.

Kota Bandung terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan Conference of ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO) ke-44 yang akan berlangsung pada 20 hingga 22 Oktober 2026 mendatang. Dilansir dari Ekonomi, Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyiapkan forum ini sebagai wadah penguatan kolaborasi serta pertukaran inovasi industri teknik nasional bagi seluruh delegasi negara anggota ASEAN.

Ketua Umum PII sekaligus Ketua AFEO, Ilham Akbar Habibie, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dirancang untuk membuka ruang diskusi mendalam mengenai perkembangan teknologi di kawasan. Forum ini juga menjadi kesempatan strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan teknik dalam skala internasional.

"CAFEO di Bandung nanti juga akan menampilkan berbagai showcase industri teknik nasional kepada para tokoh insinyur dari negara-negara anggota ASEAN, selain menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antarinsinyur ASEAN," ujar Ilham Akbar Habibie, Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia.

Persiapan acara besar ini telah dibahas melalui koordinasi intensif antara pengurus PII dengan Kementerian Luar Negeri di Jakarta pada Rabu (6/5/2026). Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri RI, Denny Abdi, menyatakan komitmen penuh pemerintah untuk mendukung kelancaran forum keinsinyuran tingkat regional tersebut.

Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional, Andre Mulpyana, mengungkapkan bahwa kementerian memberikan arahan khusus terkait protokol penyambutan tamu asing. Fokus utamanya adalah memastikan kenyamanan dan keamanan para delegasi selama berada di Jawa Barat.

Selain membahas agenda di Bandung, pertemuan tersebut juga menyoroti partisipasi delegasi Indonesia pada Midterm AFEO di Yangon, Myanmar, yang dijadwalkan pada akhir Mei 2026. PII memerlukan kepastian mengenai situasi keamanan di wilayah tersebut sebelum mengirimkan perwakilannya.

"Pertemuan dengan Kemenlu ini, pertama kita ingin meminta informasi mengenai keamanan Myanmar untuk dikunjungi, terkait dengan undangan dari AFEO untuk PII untuk menghadiri pertemuan Midterm AFEO di Yangon," ujar Andre Mulpyana, Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional.

Kekhawatiran ini muncul menyusul adanya peringatan perjalanan atau travel warning dari sejumlah negara terhadap Myanmar yang kini dipimpin oleh junta militer. Menanggapi hal tersebut, pihak Kementerian Luar Negeri langsung melakukan koordinasi dengan otoritas diplomatik di lokasi tujuan.

Denny Abdi melakukan sambungan video dengan Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar RI di Yangon, Novan Ivanhoe Saleh, untuk memantau situasi terkini secara langsung. Berdasarkan laporan tersebut, wilayah Yangon dinyatakan tetap kondusif bagi kunjungan delegasi internasional.

"Dalam pembicaraan video call tersebut didapatkan laporan bahwa kondisi Myanmar, khususnya di kota Yangon dalam keadaan aman untuk dikunjungi," kata Andre Mulpyana, Deputi Ketua Umum PII Bidang Kerja Sama Keinsinyuran Internasional.

Penyelenggaraan CAFEO ke-44 ini menambah rangkaian agenda internasional PII setelah sebelumnya sukses menggelar World Engineering Day (WED) 2026 pada awal Maret lalu. Kementerian Luar Negeri juga mengingatkan agar seluruh delegasi asing nantinya menggunakan visa yang sesuai dengan peruntukan forum, guna menghindari pelanggaran aturan keimigrasian selama di Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi