Pelatih interim Timnas Italia, Silvio Baldini, memutuskan untuk hanya menggunakan jasa pemain dari skuat U21 dalam laga FIFA Matchday melawan Luksemburg dan Yunani pada Juni 2026. Penunjukan Baldini dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) guna mengisi kekosongan kursi kepelatihan setelah pengunduran diri Gennaro Gattuso.
Kebijakan penggunaan pemain muda ini merupakan bagian dari kesepakatan awal saat Baldini menerima tawaran sebagai pelatih sementara. Pengangkatan mantan pelatih Parma tersebut terjadi setelah skuat Gli Azzurri dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026, sebagaimana dilansir dari Bola.
"Sebagai pelatih U21, dan setelah pengunduran diri Gattuso, saya hanya akan memanggil pemain dari U21 untuk dua pertandingan persahabatan melawan Luksemburg dan Yunani." ujar Baldini saat presentasi Penghargaan Maurizio Maestrelli pada hari Selasa (12/5/2026) waktu setempat.
Baldini menegaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan pertimbangan rasional untuk masa depan tim nasional. Keputusan tersebut sudah ia sampaikan secara langsung kepada Gabriele Gravina yang saat itu menjabat sebagai Presiden FIGC.
"Ini adalah tindakan logis, bukan tindakan keberanian," imbuh Baldini.
Melalui kebijakan ini, Baldini berambisi memberikan panggung bagi para pemain muda untuk membuktikan kualitas mereka di level internasional. Ia menilai bahwa potensi pemain U21 perlu diperlihatkan kepada publik sepak bola yang lebih luas.
"Anda harus tahu bagaimana memilih orang tepat. Pada saat proposal diajukan, saya mengatakan kepada Presiden Gravina, ÔÇÿSaya setuju, tetapi saya akan membawa pemain U21ÔÇÖ," ujar Baldini.
Baldini juga menekankan pentingnya peningkatan performa tim melalui integrasi pemain muda dalam skuat senior. Fokus utama dari keputusan ini adalah memberikan jam terbang yang selama ini sulit didapatkan oleh talenta lokal.
"Saya ingin meningkatkan kinerja saya dan juga menunjukkan siapa sebenarnya para pemain ini," imbuh Baldini.
Meski Baldini memprioritaskan pemain muda, kapten timnas Gianluigi Donnarumma menyatakan kesiapannya jika sewaktu-waktu dipanggil untuk memperkuat tim. Namun, otoritas penuh pemanggilan pemain tetap berada di tangan Baldini selaku pelatih interim.
Baldini kemudian menyoroti minimnya kesempatan bermain bagi talenta muda di kompetisi domestik Italia. Menurutnya, obsesi berlebihan terhadap hasil akhir seringkali menghambat proses regenerasi pemain.
"Semua mengatakan bahwa yang penting adalah kemenangan, bukan partisipasi, bahwa tempat kedua adalah pecundang pertama," ujar Baldini.
Sang pelatih mengkritik pola pikir yang hanya mengejar trofi tanpa memedulikan perkembangan mental dan keberanian pemain muda di lapangan. Ia merasa situasi saat ini menuntut perubahan paradigma agar anak muda tidak merasa tertekan oleh ekspektasi juara.
"Jika pola pikir ini terus muncul, katakan pada saya bagaimana cara membantu anak-anak muda tumbuh, memiliki keberanian, tidak takut. Tidak mudah menggabungkan kedua hal ini." imbuh Baldini.
Penugasan sebagai pelatih timnas senior ini diakui Baldini sebagai momen yang tidak terduga dalam perjalanan karier kepelatihannya yang sudah berlangsung lama.
"Saya telah melatih selama bertahun-tahun dan saya berakhir dalam situasi yang tidak pernah saya duga akan terjadi," pungkas Baldini.